Sejak usia berapa sidik jari stabil ?

Screen Shot 2015-03-21 at 2.38.12 AMPada tanggal 18 Maret 2015 : laboratorium Inovasi PTIK dikunjungi oleh Walikota Tangerang Selatan. Dalam kesempatan tersebut Ibu walikota menyatakan berminat dengan berbagai kegiatan penelitian di PTIK, antara lain perangkat pembaca KTP elektronik, dan pemanfaatan biometrik untuk otentikasi. Beliau mengajukan pertanyaaan yang menarik: validitas pemakaian data biometrics pada usia penduduk kurang dari 17 tahun. Dari berbagai literatur yang kami kaji, kestabilan data biometrics dapat dirangkumkan sebagai berikut:

  • Sidik jari polanya terbentuk utuh saat janin berusia 7 bulan dalam kandungan [1], dan sampai usia 15 tahun pola tersebut belum stabil. Kestabilan dicapai pada saat usia 15 tahun.
  • Pola iris mulai terbentuk saat janin berada pada usia kandungan 3 bulan, dan pola itu terbentuk lengkap pada saat kandungan 8 bulan. Sedangkan penambahan pigmen masih berlangsung hingga tahun-tahun pertama setelah lahir. [2]-[4]

Beberapa program di dunia yang melakukan perekaman biometrics antara lain:

Screen Shot 2015-03-21 at 2.19.04 AM

Dari hal di atas diketahui bahwa usia 15 tahun jadi batas, kapan pola sidik jari mulai stabil. Program UID India sempat dipertanyakan, karena perekaman biometrics sidik jari dimulai dari usia 5 tahun, padahal pola sidik jari saat itu masih belum stabil [10]. Memasukkan data yang belum stabil ke gallery yang dipakai untuk deduplikasi dikhawatirkan meningkatkan false non match, maupun false match.

Salah satu project yang memfokuskan pada sidik jari balita adalah yang dilakukan oleh group Prof. Anil Jain, Michigan State University, AS. Project ini didanai oleh Bill & Melinda Gates Foundation, bertujuan membantu tracking vaksinasi balita di Afrika. Di daerah tersebut, pemakaian kartu catatan vaksinasi tidak efektif, karena budaya menyimpan catatan medis belum terbina dengan baik. Identifikasi bayi memakai biometrics dikaji oleh group tersebut, dan sidik jari disimpulkan sebagai biometric-trait terbaik [7]. Kendala yang dihadapi untuk melakukan akuisisi sidik jari pada balita antara lain: (i) tidak mudah mengajak anak balita kerjasama dalam akuisisi sidik jari (ii) kulit yang berminyak (iii) jari berukuran kecil. Sedangkan fingerprint sensor yang diperlukan untuk pekerjaan tersebut harus (i) portable (ii) sensor yang compact dan sesuai dengan ukuran jari bayi yang kecil (iii) mampu memindai dengan cepat.

Referensi

  1. Handbook of Biometrics, Anil Jain, Patrick Flynn, Arun A. Ross (Eds.), Springer, 2008
  2. P. Kronfeld, Gross anatomy and embryology of the eye, in: H.Davson(Ed.), TheEye, AcademicPress, London, 1962
  3. The importance of being random: statistical principles of iris recognition, John Daugman, Pattern Recognition, Vol. 36,  No.2, pp. 279-291, 2003
  4. http://www.wilx.com/news/headlines/Fingerprinting-Children-Helps-Track-Vaccinations-291905901.html  (akses terakhir 21 Maret 2015)
  5. http://www.technologyreview.com/news/530481/fingerprinting-infants-helps-track-vaccinations-in-developing-countries/  (akses terakhir 21 Maret 2015)
  6. http://kesehatan.kompasiana.com/medis/2014/09/06/memindai-sidik-jari-bayi-dapat-menyelamatkan-banyak-nyawa-672988.html  (akses terakhir 21 Maret 2015)
  7. Recognizing Infants and Toddlers Using Fingerprints: Increasing the Vaccination Coverage, Anil K. Jain, Kai Cao and Sunpreet S. Arora, Proc. Of International Joint Conference on Biometrics, 2014  (akses terakhir 21 Maret 2015)
  8. http://uidai.gov.in/updates.html  (akses terakhir 21 Maret 2015)
  9. http://www.dnaindia.com/india/report-600-million-people-to-get-uids-by-2014-1640434  (akses terakhir 21 Maret 2015)
  10. http://uidai.gov.in/faq.html?catid=25  (akses terakhir 21 Maret 2015)
  11. http://www.businesswire.com/news/home/20060501005248/en/MyKad-Malaysia-Leverages-Unisys-Expertise-Roll-out-Smart#.VQxwhlwxEfM  (akses terakhir 21 Maret 2015)
  12. http://www.jpn.gov.my/en/perkhidmatan/kanak-kanak-bawah-12-tahun/  (akses terakhir 21 Maret 2015)
  13. http://articles.economictimes.indiatimes.com/2010-07-28/news/27615028_1_uidai-unique-identification-authority-fingerprint  (akses terakhir 21 Maret 2015)

Tentang Anto Satriyo Nugroho

My name is Anto Satriyo Nugroho. I am working as research scientist at Center for Information & Communication Technology, Agency for the Assessment & Application of Technology (PTIK-BPPT : Pusat Teknologi Informasi & Komunikasi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi). I obtained my doctoral degree (Dr.Eng) from Nagoya Institute of Technology, Japan in 2003. My office is located in Serpong, Tangerang Selatan City.Since 2015, I was appointed as Program Director of R&D activities in Intelligent Computing Laboratory (former name: Digital Signal Processing Laboratory). The activities in the laboratory are organized into three groups : (i) Natural Language Processing (ii) Multimodal biometrics Identification (iii) ICT solution for Tropical Disease. I also enjoy to teach the students, as a part time lecturer in Swiss German University Serpong & UNS Sebelas Maret Surakarta. Should you want to know further information on my academic works, please visit my professional site at http://asnugroho.net
Pos ini dipublikasikan di research dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s