Perlunya metodologi yang benar untuk menghasilkan angka akurasi

Ketika ada claim : metode klasifikasi X berhasil mengenali suatu object (huruf, penyakit, cuaca dst) dengan akurasi 99%, orang awam akan mudah terpesona. Cenderung akan punya persepsi : metode X itu sudah mendekati level sempurna.
Tetapi scientist mestinya bertanya terlebih dahulu: 99% itu diperoleh dengan cara bagaimana ? valid atau tidak caranya ? Data uji yg dipakai seperti apa ? Layak tidak data uji itu dipakai untuk pengukuran ? Apakah merepresentasikan karakteristik populasinya atau tidak ? Dan berbagai aspek lain yang harus disiapkan dengan teliti.

Angka yang keluar harus dikawal dengan metodologi yang tepat. Tanpa metodologi yang valid, claim seperti itu (akurasi tinggi, bisa menyembuhkan, bisa memprediksi dengan benar, dst) akan meaningless, dan kalau dipakai untuk memperkuat argumen bisa dianggap melakukan kebohongan. Cara yg tidak valid misalnya: data uji diambil dari data training, data uji terlalu sedikit sehingga tidak memenuhi kaidah statistics untuk membuat suatu keputusan, dsb. Karena itu di metode evaluasi, dikenal beberapa pendekatan spt hold out, cross validation, sampai leave-one-out cross validation dengan kelebihan dan kelemahan masing-masing.

Menyebutkan angka itu sangat berbahaya, sebenarnya, kalau tidak diikuti dengan metodologi yg sahih, bagaimana angka tsb. diperoleh. Kalau tidak hati-hati akan masuk dalam salah satu jenis kebohongan yg dikatakan Disraeli : “Lies, damned lies, and statistics”. Karena itu dalam pengujian komponen biometrics e-KTP reader di lab. kami berhati-hati dalam mendevelop metodologinya, agar angka yang keluar bisa dipertanggungjawabkan scr ilmiah.

Tentang Anto Satriyo Nugroho

My name is Anto Satriyo Nugroho. I am working as research scientist at Center for Information & Communication Technology, Agency for the Assessment & Application of Technology (PTIK-BPPT : Pusat Teknologi Informasi & Komunikasi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi). I obtained my doctoral degree (Dr.Eng) from Nagoya Institute of Technology, Japan in 2003. My office is located in Serpong, Tangerang Selatan City.Since 2015, I was appointed as Program Director of R&D activities in Intelligent Computing Laboratory (former name: Digital Signal Processing Laboratory). The activities in the laboratory are organized into three groups : (i) Natural Language Processing (ii) Multimodal biometrics Identification (iii) ICT solution for Tropical Disease. I also enjoy to teach the students, as a part time lecturer in Swiss German University Serpong & UNS Sebelas Maret Surakarta. Should you want to know further information on my academic works, please visit my professional site at http://asnugroho.net
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s