Catatan dari Kunjungan Ditjen Dukcapil Kemendagri

Tadi siang, alhamdulillah Pak Ditjen Dukcapil Kementrian Dalam Negeri akhirnya sempat juga mengunjungi laboratorium-laboratorium di kantor kami (Gedung Teknologi 3), dan lab. Intelligent Computing mendapat giliran terakhir. Atas bantuan rekan-rekan lab. dalam waktu singkat, demo multimodal biometrics bisa disiapkan. Pada kesempatan tadi saya presentasikan ke beliau, apa yang telah kami capai, dan kolaborasi yang telah dilakukan dengan perguruan tinggi. Demo yang kami perlihatkan ke beliau adalah identifikasi seseorang memakai iris dan sidik jari, difusikan pada level matching score memakai metode Neyman Pearson. Kemandirian teknologi biometrics itu bukan hal yang mustahil dicapai, tapi perlu dukungan kebijakan, funding, SDM dsb. untuk memperkecil gap akurasi: antara hasil di level prototipe lab. dengan performa pada production level. Satu informasi yang sempat saya sisipkan ke beliau adalah tentang stabilitas pola sidik jari. Sidik jari baru stabil polanya pada sekitar usia 16 tahun. Sehingga kalau Kemendagri ingin merekam data sidik jari anak bawah usia 17 tahun, perlu kehati-hatian. Dikhawatirkan jari yang telah direkam pada usia anak-anak (misalnya 8 tahun), tidak akan match lagi dengan jari yang sama beberapa tahun kemudian, karena polanya belum stabil (belum setajam saat dewasa). Hal ini pernah saya tulis juga di blog, terkait dengan pertanyaan Ibu Airin saat berkunjung ke lab. di PTIK tahun 2015 yll. [1].
 
Pada program UID di India, data biometrics anak-anak bawah 16 tahun ikut direkam dan dicampurkan dengan data orang dewasa. Karena prosentasenya sangat besar, sekitar 35% dari keseluruhan populasi, menimbulkan kekhawatiran serius mengenai kualitas data biometrics program UID [2]. Dari beberapa hal di atas, saya usulkan ke beliau agar kajian longitudinal terhadap kestabilan sidik jari perlu dilakukan, sebelum pemerintah akan melakukan perekaman data biometrics anak-anak bawah 16 tahun. Studi yang dipublikasikan oleh NIST [3] barangkali bisa jadi bahan kajian awal.
 
Referensi
3. Longitudinal Study of Fingerprint Recognition, Soweon Yoon, Anil Jain, PNAS, June 30, 2015 (accessible from http://www.nist.gov/manuscript-publication-search.cfm?pub_id=918098 )
 
Iklan

Tentang Anto Satriyo Nugroho

My name is Anto Satriyo Nugroho. I am working as research scientist at Center for Information & Communication Technology, Agency for the Assessment & Application of Technology (PTIK-BPPT : Pusat Teknologi Informasi & Komunikasi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi). I obtained my doctoral degree (Dr.Eng) from Nagoya Institute of Technology, Japan in 2003. My office is located in Serpong, Tangerang Selatan City. My research is on pattern recognition and image processing with applied field of interests on biometrics identification & development of computer aided diagnosis for Malaria. Should you want to know further information on my academic works, please visit my professional site at http://asnugroho.net
Pos ini dipublikasikan di research, Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s