Mesin Ketik

Kalau perjalanan dinas, biasanya kami membawa formulir untuk ditandatangani dan cap, di tempat keberangkatan dan tujuan. Ada kesamaan prosedur, yaitu nama pejabat, NIP dan jabatan diminta untuk ditulis terpisah untuk nantinya akan diketikkan oleh bagian administrasi SPPD. Ternyata di abad 21 ini mesin ketik masih diperlukan dan bermanfaat. Anak-anak saya sepertinya bakal heran melihat mesin ketik yang bunyi ketikannya khas. Itu kalau di Indonesia. Saat saya studi di Jepang, ternyata sudah tidak memakai mesin ketik lagi. Tetapi untuk memasukkan data nama dsb. memakai jalan lain. Kami siapkan kertas putih, dan bagian yang mestinya diketikkan itu diprint, gunting dan tempelkan pada posisi yang seharusnya. Tetapi ditempelkan di kertas putih. Selanjut semua dibawa ke mesin fotocopy, kertas putih itu jadi master, dan formulir yang akan diisikan dimasukkan ke bagian kertas mesin fotocopy. Dengan hati-hati, saya mengcopy kertas master yang sudah ditempeli data-data untuk dientry itu, agar dicopy-kan pada posisi yang tepat di formulir. Nggak kebayang ribetnya deh…hehehe. Tapi mungkin cara ini lebih mudah daripada harus memakai mesin ketik Jepang, yang saya tidak pernah sekalipun melihatnya, walau tinggal 15 tahun di Jepang. Tentu seru kalau melihat mesin ketik dengan ribuan huruf untuk dipilih dan diketikkan 😀

Mengetik dalam bahasa Jepang dulu tidak mudah. Karena tidak ada mesin ketik, Saat kuliah dan harus menulis laporan praktikum, kami biasa menulis tangan, huruf Kanji tentunya. Kadang bisa sekitar 30 lembar per laporan. Untuk menulis grafik, memakai bantuan penggaris dari karet yang bisa ditekuk-tekuk. Budaya menulis tangan masih populer di Jepang …saat itu. Tahun 90-an kami memakai software “Ichitarou” untuk menulis di komputer, sedangkan untuk membuat gambar, memakai “Hanako”. Senang sekali saat diprint melihat huruf yang tercetak seragam, nggak spt tulisan tangan yang kadang acak adul. smile emoticon

Saat ke perpustakaan, saya sempat lihat-lihat skripsi doktoral tahun 80an di Jepang masih ditulis memakai tulisan tangan. Untunglah skripsi S1 saya tahun 1995, untungnya sudah bisa memakai komputer…pakai LaTeX.

Iklan

Tentang Anto Satriyo Nugroho

My name is Anto Satriyo Nugroho. I am working as research scientist at Center for Information & Communication Technology, Agency for the Assessment & Application of Technology (PTIK-BPPT : Pusat Teknologi Informasi & Komunikasi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi). I obtained my doctoral degree (Dr.Eng) from Nagoya Institute of Technology, Japan in 2003. My office is located in Serpong, Tangerang Selatan City. My research is on pattern recognition and image processing with applied field of interests on biometrics identification & development of computer aided diagnosis for Malaria. Should you want to know further information on my academic works, please visit my professional site at http://asnugroho.net
Pos ini dipublikasikan di coffee morning, Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s