Analisis jari karyawan BPPT yang kesulitan absen

Hari ini seorang teman di unit kerja lain datang ke lab. Intelligent Computing. Beliau mengalami kesulitan saat presensi memakai  sidik jari diberlakukan. Boleh dibilang, hampir tidak pernah berhasil presensi, dan kadang harus mencoba berulang kali sampai lebih dari 10 menit. Mengetahui hal tersebut, beliau kami undang ke laboratorium untuk diteliti. Dugaan kami kemungkinan kualitas sidik jari beliau tidak bagus, sehingga saat absen selalu tertolak.

ApLGEP_UOVeYTquVn5uyXlPnGKK0udo1l4UbxFP6DYFQ 2

Gambar 1   Pemindaian jari dan analisis minutiae jari. Titik merah dan biru menunjukkan posisi titik minutiae pada jari yang dipindai.

Setelah beliau sampai di lab, pertama-tama kami memindai kesepuluh sidik jarinya pada resolusi 500 ppi, dan memeriksa kualitasnya secara visual maupun dengan aplikasi NBIS yang dikembangkan oleh NIST  untuk FBI (http://www.nist.gov/itl/iad/ig/nbis.cfm). Kualitas sidik jari dinyatakan dalam score NFIQ pada rentang 1 sampai 5. Nilai “1” berarti kualitas sidik jari sangat bagus, sedangkan “5” menunjukkan kualitas sidik jari yang sangat buruk. Dari analisi yang dilakukan, ternyata score NFIQ untuk keseluruhan jari adalah 4 atau 5. Berarti kualitasnya sidik jarinya sangat rendah, sehingga sulit dipakai untuk otentikasi. Gambar 2 di bawah menunjukkan salah satu bagian dari sidik jari beliau.

Screen Shot 2016-03-17 at 1.25.44 PM

Gambar 2  Ridge dan Valley sidik jari dengan nilai NFIQ 5

Terlihat bahwa ridge (maksudnya garis hitam) dan valley (putih yang memisahkan dua buah ridge) tidak memperlihatkan alur yang jelas, terputus-putus oleh goresan, sehingga akan menghasilkan banyak spurious minutiae (minutiae). Minutiae adalah titik percabangan atau perhentian suatu garis pada sidik jari, yang pada satu jari umumnya berjumlah sekitar 60. Informasi posisi dan orientasi (sudut) minutiae ini sifatnya unik, berbeda untuk tiap orang, bahkan untuk tiap jari pada orang yang sama sekalipun, dan bisa dipakai untuk identifikasi sebagaimana mesin presensi. Pada gambar di atas terlihat garis terputus-putus sehingga aplikasi AFIS (Automated Fingeprint Identification System) pada mesin presensi akan menganggapnya sebagai titik minutiae, padahal bukan. Dari pengamatan kami, dari sidik jari beliau diperoleh lebih dari 100 minutiae, tetapi dengan confidence level yang rendah, karena sistem pun sudah memperkirakan bahwa minutiae yang terdeteksi adalah spurious minutiae (minutiae palsu). Jika minutiae yang dihasilkan difilter lagi dengan meningkatkan threshold confidence level, akibatnya hampir tidak ada satu pun minutiae yang tersisa yang bisa dipakai untuk proses pencocokan sidik jari. Kalaupun ada hanya sekitar 3 minutiae saja yang tersisa, sehingga sama sekali tidak informatif.

Untuk memastikan hasil di atas, kami memindai sidik jari beliau, masing-masing 2 kali dan melakukan pemadanan memakai SourceAFIS Versi 1.7.0. Hal itu dilakukan pada 10 jari, sehingga percobaan yang dilakukan total 10 kali, dan ternyata tidak ada satupun yang authenticated. Score pemadanan yang diperoleh lebih rendah daripada threshold 25. Hal ini menjelaskan secara teknis, mengapa beliau selalu mengalami kegagalan saat melakukan presensi sidik jari.

Karena tidak mungkin lagi memakai sidik jari untuk presensi, untuk kasus seperti ini, perlu diupayakan dengan cara yang lain.

Tentang Anto Satriyo Nugroho

My name is Anto Satriyo Nugroho. I am working as research scientist at Center for Information & Communication Technology, Agency for the Assessment & Application of Technology (PTIK-BPPT : Pusat Teknologi Informasi & Komunikasi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi). I obtained my doctoral degree (Dr.Eng) from Nagoya Institute of Technology, Japan in 2003. My office is located in Serpong, Tangerang Selatan City.Since 2015, I was appointed as Program Director of R&D activities in Intelligent Computing Laboratory (former name: Digital Signal Processing Laboratory). The activities in the laboratory are organized into three groups : (i) Natural Language Processing (ii) Multimodal biometrics Identification (iii) ICT solution for Tropical Disease. I also enjoy to teach the students, as a part time lecturer in Swiss German University Serpong & UNS Sebelas Maret Surakarta. Should you want to know further information on my academic works, please visit my professional site at http://asnugroho.net
Pos ini dipublikasikan di research. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s