Kenangan dengan Sensei

Ketika kuliah saya berusaha duduk di kursi paling depan. Setidaknya kalau bahasa Jepang saya kalah dengan yang native, saya tidak mau kalah dalam hal kerajinan dan keuletan. Waktu semester 6, saya mendaftar masuk ke laboratorium untuk 2 semester terakhir S1, saya berusaha ketemu langsung dengan professor yang saya minati. Saya ingin tegaskan secara lisan, kalau saya berharap bisa diterima di lab.-nya dan diperkenankan berguru ke beliau. Karena sensei sedang tidak berada di lab. akhirnya saya titip pesan ke sekretarisnya. Siang harinya saya ditelpon sensei, dan menanyakan motivasi saya untuk belajar di bawah bimbingan Beliau. Rupanya beliau ingat kalau saya selama ini yang duduk di kursi paling depan. Hasil seleksi peminat akhirnya diumumkan, dan saya berhasil diterima di lab.-nya. Sejak tahun 94, saya dibimbing Beliau, mulai dari masa lajang, menikah, sampai lulus S3 dan beranak serta bekerja di Jepang. 

Saya selalu ingat, betapa beliau sabar menerima saya konsultasi. Saya seringkali memprint hasil eksperimen malam-malam, saya tempelkan di depan pintu beliau yang sudah tutup karena sudah pulang duluan. Harapan saya laporan eksperimen itu dibaca beliau, sehingga keesokan harinya saya saat diskusi bisa efektif waktunya. Pernah juga kami istirahat dan minum di tepi Danau Como, Italy setelah saya selesai presentasi di suatu seminar internasional. Saya ditantang Beliau, berani nggak pergi ke Venezia sendirian. Tantangan saya terima dan saya berangkat sendiri, mencari rute sendiri, untuk membuktikan ke sensei kalau saya bukan penakut.

Adakalanya saya diistimewakan dari mahasiswa yang lain, dibelikan komputer dual processor 3 buah, untuk menjalankan eksperimen saya sendiri karena saya ditugaskan untuk kerjasama penelitian dengan perusahaan. Kepercayaan sensei, adalah hal yang harus dijaga dan dipertahankan dengan berjuang keras agar jangan sampai sekali-sekali mengecewakan beliau.

Bagi saya, professor adalah pak Guru, orang tua yang sangat saya hormati. Begitu saya dididik, dan begitu pula adat istiadat di Jepang. “Seseorang bisa jadi seperti sekarang ini karena bimbingan gurunya. Seberapa baik penelitiannya, seberapa bagus papernya, itu menunjukkan seberapa besar perhatian professor padanya”. Begitu kata professor lain yang kebetulan murid Beliau juga.

Hari ini Sensei saya akan menyampaikan kuliah terakhir, sebagai penutup masa bakti beliau sebagai dosen di kampus almamater saya. Beliau pensiun tahun ini. Ingin saya bisa hadir, dan mengikuti kuliah beliau. Sayang biaya transpornya terlalu besar bagi PNS. Di situ kadang saya merasa sedih.

Minggu yang lalu, beliau kontak ke saya agar mengirimkan pesan dalam video, untuk nantinya ditampilkan di acara kuliah terakhirnya. Alhamdulillah, suatu kebahagiaan dan kebanggaan kalau saya diingat oleh Guru saya di kuliah terakhirnya. Video dalam 5 menit akhirnya saya rampungkan rekamannya di lab. BPPT, Selasa yang lalu. Saya kirimkan ke beliau.

Pelajaran yang saya ingat dari beliau : santun, berlaku adil, berprasangka baik dan percaya pada murid, berikan ilmu sebaik-baiknya, tanpa memandang suku, agama, ras. Semoga Beliau senantiasa dikaruniai kesehatan dan ketentraman di usia tuanya.

Tentang Anto Satriyo Nugroho

My name is Anto Satriyo Nugroho. I am working as research scientist at Center for Information & Communication Technology, Agency for the Assessment & Application of Technology (PTIK-BPPT : Pusat Teknologi Informasi & Komunikasi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi). I obtained my doctoral degree (Dr.Eng) from Nagoya Institute of Technology, Japan in 2003. My office is located in Serpong, Tangerang Selatan City.Since 2015, I was appointed as Program Director of R&D activities in Intelligent Computing Laboratory (former name: Digital Signal Processing Laboratory). The activities in the laboratory are organized into three groups : (i) Natural Language Processing (ii) Multimodal biometrics Identification (iii) ICT solution for Tropical Disease. I also enjoy to teach the students, as a part time lecturer in Swiss German University Serpong & UNS Sebelas Maret Surakarta. Should you want to know further information on my academic works, please visit my professional site at http://asnugroho.net
Pos ini dipublikasikan di living in Japan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s