Estimasi partisipan 212

Pada saat mengikuti research dive yll. salah satu masalah image mining yg berusaha dipecahkan adalah membuat estimasi level visibility saat asap memenuhi udara karena kebakaran hutan, atau membuat estimasi area yg terkena dampak saat merapi meletus. Estimasi dilakukan dari citra satelit, maupun citra yg dari social media.

Dua hari yll. dalam aksi damai 212 banyak angka estimasi banyaknya partisipan. Ada yang menyebutkan ratusan ribu, ada yang menyodorkan data dari panitia yang lebih dari 7 juta. Saya coba ringkas diskusi dari postingan menarik rekan saya Dr. Surya Sumpeno. Diketahui : estimasi area demo seluas 346.900 m2, dan ada juga yang menghitung  461.800 m2. Estimasi dilakukan dari prakiraan panjang, lebar jalan yg dipakai, ada juga yang memakai google map. Estimasi ini bisa benar, bisa juga salah. Tapi untuk mudahnya, saat ini kita asumsikan benar. Saya coba hitung banyaknya pengunjung dengan beberapa asumsi juga. Banyak pengunjung = luas area / luas area per orang.
Asumsi luas yang diperlukan untuk tiap orang yang beredar bermacam-macam. Setidaknya ada empat :
a) Kalau per kepala ukurannya, diameternya 20cm, maka luas per kepala adalah 0.0314 m2. Dengan demikian perkiraannya 11-14.7 juta. Tapi ini dg asumsi antara satu kepala dg kepala yg lain berhimpitan, seperti kelereng bersentuhan satu dg yang lain. Ini mengacu ke teknik yg dipakai di Fisika, dari postingan Dr. Risa Suryana, analisa distribusi partikel dgn scanning electron microscopy (SEM) dg ukuran kepala sbg ukuran partikel. CMIIW.
b) Kalau saya memakai asumsi, satuan perhitungan adalah area yg diperlukan satu org dg org yang lain berhimpitan kiri-kanan, depan belakang, maka luas per orang adalah 40×20 cm = 0.08 m2. Jumlah org menjadi 4.8-5.7 juta orang.
c) Kalau memakai ukuran saat sujud sekitar 0.25 m2 (ukuran satu sajadah dipakai sujud berdua), maka perkiraan jumlah orang 1.4-1.8 juta.
d) Kalau memakai ukuran saat sujud dg versi lebih longgar sekitar 0.5 m2 (ukuran satu sajadah), maka perkiraan jumlah orang 0.7-0.9 juta. Ada perbedaan yang cukup signifikan dari asumsi a) sampai ke d), hampir 20 kali, tergantung asumsi area yg diperlukan untuk tiap org.
Wajar saja, kalau kemudian terjadi debat, mana yang lebih benar. Tinggal asumsi mana yg sekiranya paling reasonable untuk dipakai sbg estimasi. Untuk validasi, mana yang lebih mendekati kebenaran, bisa dicross-check dengan foto yang beredar.
Kalau saya pribadi, yg lebih masuk akal adalah (c) dan (d), antara 700 ribu-2 juta. Tentunya angka ini akan berubah kalau asumsi seperti luas area yang dipakai dikoreksi.
Beberapa link menarik :
  1. http://www.popularmechanics.com/science/a7121/the-curious-science-of-counting-a-crowd/
  2. http://www.livescience.com/8578-crowd-size-estimated.html
  3. http://www.gkstill.com/Support/crowd-density/CrowdDensity-1.html
Iklan

Tentang Anto Satriyo Nugroho

My name is Anto Satriyo Nugroho. I am working as research scientist at Center for Information & Communication Technology, Agency for the Assessment & Application of Technology (PTIK-BPPT : Pusat Teknologi Informasi & Komunikasi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi). I obtained my doctoral degree (Dr.Eng) from Nagoya Institute of Technology, Japan in 2003. My office is located in Serpong, Tangerang Selatan City. My research is on pattern recognition and image processing with applied field of interests on biometrics identification & development of computer aided diagnosis for Malaria. Should you want to know further information on my academic works, please visit my professional site at http://asnugroho.net
Pos ini dipublikasikan di research. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s