Issue KTP-el ganda (lagi)

Siang ini di timeline facebook rekan saya, dibahas tentang munculnya foto yang memperlihatkan satu orang bisa memiliki 3 KTP-el (Sebelumnya disebut e-KTP, tapi atas saran ahli bahasa, selanjutnya disebut KTP-el). Foto yang disodorkan adalah :

16386928_10154193123905913_5081292674850139095_n

Gambar 1   Foto yang memperlihatkan 3 KTP-el dengan 3 identitas berbeda, tapi foto sama (untuk mudahnya disebut Pak X).

Foto tersebut memperlihatkan seorang memiliki 3 KTP-el dengan identitas yang berbeda. Untuk mudahnya pemilik wajah pada foto itu disebut Pak X.  Pada diskusi di FB tersebut ada yang kemudian mengkomentari kalau foto itu berasal dari foto yang lain:

a

Gambar 2  Foto yang disodorkan memperlihatkan bahwa Gambar 1 merupakan bagian dari kartu yang terlihat pada gambar ini, yaitu terletak di paling kiri.

Sepertinya memang benar, kalau foto Gambar 1 di atas berasal dari foto Gambar 2. Tetapi kalau melihat sudut kemiringan foto, sepertinya foto Gambar 1  bukan (kecil kemungkinannya) hasil crop dari foto Gambar 2 . Tetapi object yang sama difoto dua kali dari sudut pengambilan yang berbeda.

Kalau dikaitkan dengan pilkada DKI, issue seperti ini bisa memiliki penafsiran yang beragam. Tapi tulisan ini tidak dimaksudkan untuk membahas penafsiran yang beragam, sensitif dan bisa jadi isu liar. Yang dibahas adalah sisi teknis-nya saja.

Dalam diskusi di facebook, akhirnya ada tanggapan dari Prof. Zudan (Dirjen Dukcapil) terhadap 3 foto itu. Beliau melakukan pencarian di data penduduk, dan menemukan kesimpulan bahwa data penduduk ketiga e-KTP tersebut benar (nama, NIK, tanggal lahir dsb), hanya fotonya saja yang diubah, diganti dengan foto orang yang sama (X) sebagaimana Gambar 1. “Mada”, “Saidi” dan “Sukarno” datanya benar, sesuai dengan NIK masing-masing, tapi fotonya di Data Kependudukan berbeda-beda dan bukan foto X sebagaimana terlihat di Gambar 1.

Upaya “memalsukan” KTP-el bisa pada berbagai level. Antara lain sebagai berikut:

  1. Melakukan editing gambar memakai aplikasi perangkat lunak, terhadap hasil foto KTP-el. Dengan kata lain, KTP-el difoto, kemudian foto tersebut diedit, diganti datanya (foto penduduknya, misalnya)
  2. Memalsukan blangko. Misalnya minta tolong ke percetakan tertentu, untuk secara ilegal membuatkan kartu yang secara fisik, sangat mirip dengan KTP-el. Hal seperti ini tidak mustahil bisa direalisasikan. Secara visual mungkin tidak dapat dibedakan, antara kartu  KTP-el yang asli dan KTP-el yang palsu. Untuk memastikannya harus dibaca secara elektronik, memakai Perangkat Pembaca KTP-el, dan memang untuk tujuan itulah KTP-el dibuat. Kartu bodong, yg secara visual sangat mirip dengan KTP-el, akan mengalami kegagalan saat melakukan komunikasi elektronik dengan Perangkat Pembaca KTP-el, karena tidak ada chip yang ditanamkan di dalam kartu bodong tersebut.
  3. Memalsukan data pada chip KTP-el. Hal ini tentunya tidak mungkin dilakukan pihak eksternal, karena chip KTP-el telah diamankan lewat teknologi canggih.

Terlepas dari berbagai kemungkinan yang terjadi,  setidaknya ada 2 hal janggal yang teramati dari Gambar 1.

  1. Ada yg janggal dengan foto “Mada” yang palsu itu berlatar belakang warna merah. Sedangkan tahun kelahiran genap (1964) mestinya berlatar belakang biru. Terbukti di data asli Mada yang screenshot-nya dikirimkan pak Dirjen di diskusi facebook (tidak ditampilkan di sini), fotonya berlatar belakang biru.
  2. Ada perbedaan alamat pada identitas a/n SUKARNO, tertulis alamatnya Pademangan III Gg.16 RT 006/RW 7. Ini berbeda dengan data asli Sukarno yang screenshotnya dikirimkan Pak Dirjen di diskusi facebook (tidak ditampilkan di sini). (Akhirnya Sukarno berhasil diwawancara dan komentarnya dapat dibaca di sini)

Validitas NIK tersebut bisa juga dicek dari situs KPU. Setelah saya cek hasilnya sebagai berikut

screen-shot-2017-02-04-at-4-15-03-pm Screen Shot 2017-02-04 at 4.17.02 PM.png screen-shot-2017-02-04-at-4-19-13-pm
Gambar 3 Hasil pantauan NIK di situs DPT Pilkada DKI 2017

Kalau melihat berbagai kejanggalan yg ada, sepertinya foto Gambar 1 tersebut tidak asli, entah barangkali hasil editan ? KTP-el nya palsu, karena foto X yang terpasang berbeda dengan data yang terekam di Dukcapil. Untuk memastikannya, paling akurat adalah mengkontak 3 orang pada alamat di atas, dan memastikan bahwa KTP-el yang mereka pegang benar identitasnya, setidaknya lewat pencocokan visual antara foto di KTP-el dengan wajah pemiliknya. Kalau KTP mereka benar, sesuai dengan wajah pemegangnya (Mada, Saidi dan Sukarno), berarti foto pada Gambar 1 itu rekayasa.

Wallahu a’lam bissawab.

Link terkait topik ini

  1. Kapolri: 36 KTP Palsu Asal Kamboja Digunakan untuk ‘Judi Online’
  2. https://news.detik.com/berita/d-3421044/dirjen-dukcapil-36-e-ktp-palsu-pakai-blangko-dari-tempat-sampah
  3. Tidak ada warga bernama Saidi http://megapolitan.kompas.com/read/2017/02/05/13322741/ketua.rt.sebut.tak.ada.warga.bernama.saidi.seperti.pada.e-ktp.yang.beredar.di.medsos
  4. Keluhan Sukarno http://megapolitan.kompas.com/read/2017/02/06/12160581/keluhan.sukarno.orang.yang.namanya.muncul.di.e-ktp.ganda
  5. penjelasan admin @kemendagri_RI  : https://chirpstory.com/li/346203
  6. Tanggapan Mendagri: https://news.detik.com/berita/3413938/mendagri-pastikan-foto-ktp-ganda-terkait-pilkada-palsu
  7. Tanggapan Bawaslu : http://megapolitan.kompas.com/read/2017/02/04/20314961/bawaslu.dki.pastikan.tiga.e-ktp.dengan.foto.sama.adalah.hoax.
  8. Tanggapan KPUD DKI: http://megapolitan.kompas.com/read/2017/02/04/17303791/beredar.gambar.beberapa.e-ktp.dengan.foto.orang.yang.sama.sebagai.pemilih.ini.tanggapan.kpu.dki
  9. Indonesian Hoax Busters : https://www.facebook.com/IndoHoaxBuster/posts/1344691482262991?refid=18&ref=m_notif&notif_t=group_comment_reply&__tn__=R
  10. https://asnugroho.wordpress.com/2013/05/15/press-conference-teknologi-e-ktp/
  11. https://asnugroho.wordpress.com/2013/05/10/membedah-teknologi-e-ktp/
  12. http://www.bppt.go.id/index.php/berita/press-release/press-release-2013/1664-press-release-pusat-teknologi-informasi-dan-komunikasi-bppt
  13. https://asnugroho.wordpress.com/2014/11/17/ktp-el-asli-dan-palsu/
  14. https://asnugroho.wordpress.com/2015/04/13/teknologi-biometrics-untuk-layanan-publik/
Iklan

Tentang Anto Satriyo Nugroho

My name is Anto Satriyo Nugroho. I am working as research scientist at Center for Information & Communication Technology, Agency for the Assessment & Application of Technology (PTIK-BPPT : Pusat Teknologi Informasi & Komunikasi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi). I obtained my doctoral degree (Dr.Eng) from Nagoya Institute of Technology, Japan in 2003. My office is located in Serpong, Tangerang Selatan City. My research is on pattern recognition and image processing with applied field of interests on biometrics identification & development of computer aided diagnosis for Malaria. Should you want to know further information on my academic works, please visit my professional site at http://asnugroho.net
Pos ini dipublikasikan di gado-gado, research. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s