Tattoo dan softbiometrics

Kemarin sore, Alya ikut saya menjemput kakaknya ke sekolah. Dalam perjalanan pulang ke rumah, kami mampir untuk beli es kelapa muda. Penjualnya seorg bapak yg sudah agak tua, tidak memakai baju dan badannya penuh dengan tato. Alya takjub dan berbisi ke saya …berbisik tapi dengan suara keras…. “Pak, … tadi kupikir bapaknya itu pakai baju, ternyata…” “Ssssst…..” saya suruh agar diam. Alya anaknya polos, kadang membicarakan org di depannya dg suara keras. Nggak enak kalau ketahuan bapak penjual es -nya.

Membahas tattoo mengingatkan saya, bahwa dalam bidang biometrik, tatto termasuk dalam “soft biometrics”. Soft Biometrics adalah ciri khas seseorang yang bisa dipakai untuk membantu proses identifikasi individu, ketika informasi biometrics utama (sidik jari, iris, wajah dsb) rusak, tidak lengkap, atau tidak ada. Contoh soft biometrics misalnya jenis kelamin, etnik, tanda khusus pada tubuh, dan salah satu di antaranya tattoo. Dibandingkan primary biometrics trait (fingerprint, iris, face, palm vein dsb), soft biometrics biasanya tidak cukup kuat  untuk membedakan satu orang dengan orang yang lain. Dalam praktek di lapangan, biasanya tattoo sebagai soft biometrics cukup membantu untuk identifikasi korban, tersangka. Misalnya gang kriminal, atau identifikasi korban tsunami Aceh yll [1]. Standar kategorisasi tatto didefinisikan di ANSI/NIST-ITL1-2011 [2]. Ada delapan class tattoo meliputi : human, animal, plant, flag, object, abstract, symbol, other. Masing-masing class memiliki sub-sclass dan kalau ditotal sekitar 70 sub-class.

Referensi:

  1. Introduction to Biometrics, Anil K. Jain, Arun A. Ross, Karthik Nandakumar, Springer, 2011
  2. ANSI/NIST-ITL1-2011 Data Format for the Interchange of Fingerprint, Facial& Other Biometric Information. Dapat dilihat dari http://ws680.nist.gov/publication/get_pdf.cfm?pub_id=910136
Iklan

Tentang Anto Satriyo Nugroho

My name is Anto Satriyo Nugroho. I am working as research scientist at Center for Information & Communication Technology, Agency for the Assessment & Application of Technology (PTIK-BPPT : Pusat Teknologi Informasi & Komunikasi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi). I obtained my doctoral degree (Dr.Eng) from Nagoya Institute of Technology, Japan in 2003. My office is located in Serpong, Tangerang Selatan City. My research is on pattern recognition and image processing with applied field of interests on biometrics identification & development of computer aided diagnosis for Malaria. Should you want to know further information on my academic works, please visit my professional site at http://asnugroho.net
Pos ini dipublikasikan di coffee morning, research. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s