Output program KTP-el bukan hanya kartu KTP-el

Output program KTP-elektronik bukan hanya kartu KTP-el, tetapi juga database kependudukan yang sudah dibersihkan dan akurat. Dalam konteksnya dengan Indonesia, hal ini sangat penting, karena penduduk Indonesia “produktif” dan “kreatif”. Produktif maksudnya jumlah penduduk kita luar biasa besar di dunia, dan “kreatif” dalam artian negatif, yaitu banyak upaya memalsukan kartu identitas penduduk untuk mendapatkan hak/layanan secara ilegal atau terkait dengan tindakan kriminal. Bahkan dalam pilkada DKI yang lalu isu KTP palsu ini sempat mencuat dan jadi perhatian publik.

Produk pertama yaitu database yang akurat ini basis untuk memberikan layanan publik ke rakyat secara efektif. Upaya membersihkan database tersebut memakai teknologi biometrics sidik jari, iris mata (awas : iris bukan retina mata) yang dipakai untuk penunggalan. Perekaman yang dilakukan seorang penduduk lebih dari satu kali akan diberikan tanda, dan yang diterbitkan hanya satu identitias saja. Pemanfaatan database kependudukan itu antara lain untuk penetapan DPT [1], identifikasi jenazah tak dikenal maupun jenazah korban kecelakaan pesawat Air Asia, Trigana Air dll lewat alat MAMBIS (Mobile Automated Multimodal Biometrics Identification System) di Kepolisian [2], BPJS [3], pembukaan rekening di bank [4] dsb. Pemanfaatan untuk kepolisian lewat pemadanan 1-N (N: ratusan juta records) memakai alat MAMBIS sangat membantu pihak kepolisian mengidentifikasi dengan cepat dari sidik jari korban dalam hitungan detik atau menit. Bandingkan dengan identifikasi memakai DNA yang memerlukan waktu lebih lama, biaya yg mahal, dan memerlukan sampel DNA dari keluarga. Semua manfaat diatas diperoleh TANPA memakai kartu KTP-el, melainkan akses langsung ke Database Kependudukan.

Adapun produk berikutnya yaitu kartu KTP-el, dimanfaatkan untuk verifikasi yang akan menerima layanan publik, yaitu untuk memastikan layanan publik itu diberikan kepada penduduk yang bersangkutan. Berbeda dengan akses 1-N matching sebagaimana produk pertama, verifikasi penduduk dilakukan lewat pemadanan 1-1, antara jari yang ditempelkan pada pemindai KTP-el reader dengan data sidik jari yang terekam dalam chip KTP-el. Verifikasi ini sangat praktis karena tidak membutuhkan jaringan internet sebagaimana akses pada produk pertama pada penjelasan di atas. Otentikasi bisa dilakukan bahkan di daerah terpencil yang tidak ada arus listrik, sinyal komunikasi maupun koneksi internet sekalipun, karena transaksinya bersifat lokal. Syaratnya satu : harus ada Perangkat Pembaca KTP-el. Apakah beda antara KTP-el dengan kartu ATM bank ? Otentikasi ATM bank memanfaatkan “What you have” (kartu) dan “What you know” (PIN). Bahayanya apabila PIN ini bocor, maka akses ke rekening bank bisa dilakukan pihak yang tidak legitimate. Apabila PIN lupa, akses ke rekening pun tidak bisa dilakukan. Jadi ada keharusan untuk mengingat sandi yang diperlukan. Adapun KTP-el, memanfaatkan “What you have” (kartu) dan “Who you are” (biometrics sidik jari). Penduduk tidak perlu mengingat nomer PIN, dan cukup memakai sidik jarinya untuk memperoleh layanan publik.

Jadi secara teknis, tidak sependapat kalau program KTP-el disamakan dengan membuat kartu ATM bank. Ada beberapa perbedaan di antara keduanya. Produk program KTP-el tidak hanya kartu, tapi juga data penduduk yang bersih dan akurat sebagai basis untuk layanan prima kepada masyarakat.

Referensi

Iklan

Tentang Anto Satriyo Nugroho

My name is Anto Satriyo Nugroho. I am working as research scientist at Center for Information & Communication Technology, Agency for the Assessment & Application of Technology (PTIK-BPPT : Pusat Teknologi Informasi & Komunikasi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi). I obtained my doctoral degree (Dr.Eng) from Nagoya Institute of Technology, Japan in 2003. My office is located in Serpong, Tangerang Selatan City. My research is on pattern recognition and image processing with applied field of interests on biometrics identification & development of computer aided diagnosis for Malaria. Should you want to know further information on my academic works, please visit my professional site at http://asnugroho.net
Pos ini dipublikasikan di research. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s