Hoax : aktivasi pada KTP-el yang habis masa berlaku

Beberapa waktu yang lalu saya menerima pertanyaan beberapa kali, tentang adanya himbauan sebagaimana saya kutip di bagian paling bawah. Aktifasi itu memang seharusnya dilakukan pada KTP elektronik saat kita menerimanya. Jadi waktu serah terima KTP-el, di Kecamatan dilakukan pemadanan antara jari tangan penduduk dengan data sidik jari terekam di KTP-el. Jika match, berarti memang penduduk tersebut adalah pemilik KTP-el, dan KTP-el bisa diserahkan ke ybs. Saat itulah sebenarnya KTP-el akan “teraktifasi”, ada kode yang di-“on”- kan di chip. Tetapi Surat Edaran (SE) Menteri Dalam Negeri Nomor 471.13/5246/SJ menginformasikan adanya dispensasi Penyerahan E-KTP secara Massal Tanpa Memerlukan Verifikasi Sidik Jari. Hal ini untuk mempercepat proses penyerahan KTP-el kepada penduduk, sehingga bisa disampaikan secara kolektif oleh -misalnya- ketua RT atau ketua RW.

Screen Shot 2017-07-09 at 11.33.32 AM

Di pesan yang menyebar lewat social media tersebut sepintas mengandung kebenaran. KTP-el disebutkan banyak yg tidak teraktivasi. Tetapi kelanjutannya, bhw KTP-el itu terblokir, dan tidak berlaku seumur hidup. Hal ini bertentangan dengan Undang-Undang.

  • Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan. Dua pasal dalam undang-undang ini mengatur masa berlaku KTP-el. Pasal 64 ayat (7) huruf a menjelaskan bahwa KTP-el bagi WNI masa berlakunya seumur hidup. Selanjutnya, Pasal 101 huruf c menjelaskan bahwa KTP-el yang sudah diterbitkan sebelum Undang-Undang ini ditetapkan berlaku seumur hidup. Dengan demikian, KTP-el yang diterbitkan sejak tahun 2011 juga berlaku seumur hidup tanpa perlu diperpanjang meski telah habis (tercantum) masa berlakunya.
  • Surat Edaran Nomor 470/295/SJ tanggal 29 Januari 2016 perihal KTP Elektronik (KTP-el) Berlaku Seumur Hidup, yang ditujukan kepada para Menteri Kabinet Kerja dan para pimpinan lembaga non kementerian. Kedua, Surat Edaran Nomor 470/296/SJ dengan tanggal dan perihal yang sama, yang ditujukan kepada para Gubernur dan Bupati/Walikota seluruh Indonesia.

Dua hal ini menyatakan bahwa KTP-el berlaku seumur hidup tanpa harus diaktivasikan. Mestinya kalau ada himbauan seperti di bawah, bentuknya bukan pesan wa lagi melainkan edaran resmi dari kemendagri. Kemendagri telah merespon issue tersebut sebagaimana dapat dilihat di sini. Screenshot saya lampirkan di bawah, untuk jaga-jaga kalau kelak berita tersebut sudah tidak dapat diakses lagi.

Screen Shot 2017-07-09 at 11.41.11 AM.png

Iklan

Tentang Anto Satriyo Nugroho

My name is Anto Satriyo Nugroho. I am working as research scientist at Center for Information & Communication Technology, Agency for the Assessment & Application of Technology (PTIK-BPPT : Pusat Teknologi Informasi & Komunikasi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi). I obtained my doctoral degree (Dr.Eng) from Nagoya Institute of Technology, Japan in 2003. My office is located in Serpong, Tangerang Selatan City. My research is on pattern recognition and image processing with applied field of interests on biometrics identification & development of computer aided diagnosis for Malaria. Should you want to know further information on my academic works, please visit my professional site at http://asnugroho.net
Pos ini dipublikasikan di coffee morning. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s