Percobaan akuisisi citra iris dengan kamera smartphone

Pagi ini saya tertarik dengan artikel yang saya temukan di https://www.theverge.com/circuitbreaker/2017/5/23/15680268/hacker-galaxy-s8-iris-scanner-ir-image-contact-lens-starbug

Starbug (Hacker Jan Kisler) membobol fitur smart unlock memakai iris pada Galaxy S8, dengan cara yang sangat mudah :

  1. mengambil gambar wajah memakai night mode setting (infrared illumination)
  2. memprint hasil foto memakai laser printer
  3. menaruh contact lens di atas gambar mata untuk menimbulkan kesan seolah-olah organ mata (bukan gambar)

Video percobaan itu dapat dilihat dari situs di atas. Tujuan pemakaian infrared adalah agar tekstur iris dapat terlihat dengan jelas. Panjang gelombang infrared adalah  700 nm – 1 mm, sedangkan visible light 400-700 nm. Infrared memiliki panjang gelombang lebih besar dibandingkan visible light.  Iris scanner umumnya memakai near infrared illumination, agar dapat menemukan detail struktur iris yang berpigmen tebal. Hal ini dikarenakan pigmen melanin pada iris banyak menyerap cahaya tampak (visible light), dan merefleksikan cahaya yang panjang gelombangnya lebih besar.  Sehingga untuk menemukan pola iris, diperlukan iluminasi near infrared. Mata orang Indonesia yang pigmennya tebal (gelap), tidak mudah untuk dibedakan antara iris dengan pupil, sehingga diperlukan iluminasi near infrared.

Saya tertarik untuk membuat percobaan sederhana, untuk mengetahui, apakah pola tekstur iris dapat di-capture memakai kamera smartphone dengan night mode setting.  Percobaan dilakukan dengan memakai kamera Samsung Galaxy K-zoom S3 dan Samsung Galaxy S8. Suasana pengambilan foto sebagai mana gambar berikut :

IMG_2497

Dimensi foto wajah yang diperoleh adalah 1280×719 (K-Zoom S3) dan 960×1280 (S8), dengan pengambilan berjarak sekitar 30 cm. Setelah dicrop secara manual hasilnya sebagaimana di bawah.

Screen Shot 2017-09-05 at 9.59.34 AM  Screen Shot 2017-09-05 at 9.58.12 AM

Gambar kiri diperoleh dengan kamera K-Zoom S3 dan gambar kanan diperoleh oleh S8. Radius lingkaran iris, dari titik pusat pupil ke lingkaran luar iris (limbic boundary) pada kedua gambar kurang lebih 35 pixel.  Untuk referensi, citra iris yang biasa kami pakai dalam studi biometrik adalah 640×480 pixel, dan radius dari titik pusat pupil ke lingkaran luar iris berkisar 120 pixel (diameter iris : 240 pixel).

Kedua foto di atas memperlihatkan bahwa pada percobaan kali ini, pola tekstur iris tidak dapat terlihat dengan baik, karena tampak gelap dan tidak dapat dibedakan dengan pupil. Pengambilan foto iris dengan pencahayaan infrared tidak berhasil menemukan pola tekstur iris sebagaimana yang diharapkan. Saya belum tahu, perbedaan antara percobaan yang kami lakukan dengan yang dilakukan oleh Starbug. Salah satu yang mungkin membedakan dengan percobaan tersebut, adalah iris mata saya memiliki pigmen tebal dan gelap, sedangkan kebanyakan orang Barat pigmennya terang, sehingga mudah dibedakan antara iris dengan pupil, walau dengan kamera yang memakai visible light sekalipun.

Iklan

Tentang Anto Satriyo Nugroho

My name is Anto Satriyo Nugroho. I am working as research scientist at Center for Information & Communication Technology, Agency for the Assessment & Application of Technology (PTIK-BPPT : Pusat Teknologi Informasi & Komunikasi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi). I obtained my doctoral degree (Dr.Eng) from Nagoya Institute of Technology, Japan in 2003. My office is located in Serpong, Tangerang Selatan City. My research is on pattern recognition and image processing with applied field of interests on biometrics identification & development of computer aided diagnosis for Malaria. Should you want to know further information on my academic works, please visit my professional site at http://asnugroho.net
Pos ini dipublikasikan di research. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Percobaan akuisisi citra iris dengan kamera smartphone

  1. andreas berkata:

    Bagus banget infonya.. makasih ya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s