Biometrik unggul : antara genetik vs epigenetik

Secara umum, keunggulan biometrics trait itu ditentukan oleh sifat keunikan atau individualitas-nya. Semakin unik suatu data biometrik, berarti semakin mampu dipakai untuk membedakan dua individu yang berbeda. Contoh yang tidak unik misalnya adalah warna rambut, yang tidak dapat dipakai untuk memberikan identitas unik pada seseorang karena banyak orang yang rambutnya berwarna hitam. Rambut tidak dapat dipakai untuk membedakan satu orang dengan yang lain. Sedangkan sidik jari, iris mata, wajah dan berbagai biometric trait yang lain, memiliki keunikan yang mampu dipakai untuk membedakan satu dengan yang lain.

Biometric trait terbagi antara yang bersifat genetik dan ada juga yang epigenetik. Yang termasuk kategori genetik ini adalah wajah, sekuens DNA karena adanya penetrasi genetik yang diwariskan. Hal ini menyebabkan wajah seseorang akan memiliki kemiripan dengan wajah orang tuanya, atau saudara kandungnya. Sedangkan epigenetik artinya tidak ada penetrasi genetik, tidak diwariskan. Misalnya pola sidik jari dan iris mata sifatnya random morphogenesis [1]. Sidik jari dari orang yang berbeda tidak akan sama. Bahkan sidik jari dari jari yang berbeda pada orang yang sama sekalipun akan selalu berbeda.

Faktor genetik dan epigenetik ini berpengaruh terhadap peluang terjadinya error (false match maupun false non match). Contohnya adalah faktor genetik wajah dan tingginya false match. Peluang kembar identik kira-kira hampir mendekati 1% [2]. Kembar identik akan sulit dibedakan dengan memakai teknologi pengenalan wajah, dan meningkatkan peluang terjadinya false match (wajah A dikenali sebagai B yang merupakan kembar identik dari A). Identifikasi akan lebih berhasil jika dilakukan dengan biometric trait yang epigenetik seperti misalnya sidik jari, karena sidik jari kembar identik akan selalu berbeda.

Referensi

  1. http://www.cl.cam.ac.uk/~jgd1000/genetics.html (akses terakhir : 16 September 2017)
  2. http://www.twinstwice.com/twins.html (akses terakhir : 16 September 2017)
Iklan

Tentang Anto Satriyo Nugroho

My name is Anto Satriyo Nugroho. I am working as research scientist at Center for Information & Communication Technology, Agency for the Assessment & Application of Technology (PTIK-BPPT : Pusat Teknologi Informasi & Komunikasi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi). I obtained my doctoral degree (Dr.Eng) from Nagoya Institute of Technology, Japan in 2003. My office is located in Serpong, Tangerang Selatan City. My research is on pattern recognition and image processing with applied field of interests on biometrics identification & development of computer aided diagnosis for Malaria. Should you want to know further information on my academic works, please visit my professional site at http://asnugroho.net
Pos ini dipublikasikan di research. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s