Taksonomi metode otentikasi penduduk

Screen Shot 2017-11-12 at 1.16.20 PM

Gambar di atas adalah rangkuman yang saya buat,  taksonomi otentikasi penduduk dengan memanfaatkan data kependudukan, baik secara online maupun offline, memakai biometrik maupun tanpa biometrik. Tiap pilihan pasti akan disertai dg kelebihan dan kelemahan, jadi mana yg terbaik tentunya disesuaikan dg kondisi setempat karena tidak ada metode  yang paling baik untuk semua keperluan.

Online dan offline didefinisikan untuk pemakaian akses internet. Otentikasi secara online memungkinkan petugas untuk melakukan pengecekan terhadap data yang terekam di Data Center Dukcapil Kemendagri. Tetapi akses ini tidak mudah dilakukan di daerah yang terpencil, tidak ada akses internet. Untuk daerah seperti itu, pilihannya adalah otentikasi secara offline.  Pemakaian biometrik memungkinkan petugas bisa memastikan bahwa penduduk yang datang untuk mendapatkan layanan tersebut adalah genuine, penduduk itu sendiri, sesuai dengan identitas yang diklaim oleh ybs., tidak diwakilkan ke orang lain. Hal ini bermanfaat untuk mengantisipasi penyalahgunaan identitas untuk mendapatkan layanan publik (misalnya subsidi) secara ilegal oleh mereka yang tidak berhak. Tetapi pemakaian biometrik ini mensyaratkan tersedianya perangkat pembaca KTP elektronik (kalau dilakukan secara offline), atau akses internet (kalau dilakukan secara online) seperti yang dilakukan Polri saat melakukan identifikasi jenazah tak dikenal, atau korban kecelakaan pesawat terbang. Adakalanya transaksi tertentu tidak memerlukan biometrik, yaitu ketika kehadiran penduduk tidak diperlukan atau bisa diwakilkan. Misalnya ketika penduduk membayar tagihan.

Pagi ini teman saya di kantor memforwardkan berita bahwa layanan masyarakat di Pemkot Surabaya menghapus persyaratan fotokopi KTP. Salah satu yg memanfaatkannya adalah PDAM yg kemarin menandatangani kerjasama dg Dispendukcapil. Dengan memasukkan NIK, data penduduk akan bisa dibuka sehingga layanan makin mudah dan cepat. Sepertinya berita tersebut sama dengan yang dimuat di Jawa Pos hari ini [1].

Dari berita tersebut, sepertinya otentikasi penduduk pada layanan yang diberikan dilakukan dengan memakai tipe : online + tanpa biometrik sidik jari. Dengan mem-bypass otentikasi biometrik, berarti verifikasi penduduk tidak dilakukan. Asumsinya tentunya layanan tsb. boleh diwakilkan kepada org lain. Dengan cara tsb. seandainya verifikasi diperlukan, yg bisa dilakukan satu-satunya adalah inspeksi visual terhadap foto penduduk. Cara ini mudah dilakukan, walaupun memiliki keterbatasan, yaitu ketika karakteristik wajah berubah dari yang tercetak di foto, atau dengan yang tersimpan di Data Kependudukan ketika perekaman biometrik. Misalnya karena perubahan yang diakibatkan oleh proses aging (penuaan), memakai kerudung sdgkan di foto tidak memakai kerudung, bercadar, mengubah model rambut ( dari ada menjadi tiada, atau sebaliknya, dari lurus menjadi kribo, dan perubahan yang lain),  kembar identik (probability : 3-4 dari 1000  menurut [2] ).

Referensi

  1. Hapus syarat fotokopi KTP, Jawa Pos, 12 November 2017 https://www.pressreader.com/indonesia/jawa-pos/20171112/282170766432714
  2. Is the probability of having twins determined by genetics? https://ghr.nlm.nih.gov/primer/traits/twins
Iklan

Tentang Anto Satriyo Nugroho

My name is Anto Satriyo Nugroho. I am working as research scientist at Center for Information & Communication Technology, Agency for the Assessment & Application of Technology (PTIK-BPPT : Pusat Teknologi Informasi & Komunikasi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi). I obtained my doctoral degree (Dr.Eng) from Nagoya Institute of Technology, Japan in 2003. My office is located in Serpong, Tangerang Selatan City. My research is on pattern recognition and image processing with applied field of interests on biometrics identification & development of computer aided diagnosis for Malaria. Should you want to know further information on my academic works, please visit my professional site at http://asnugroho.net
Pos ini dipublikasikan di research. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s