Catatan Keuangan Rumah Tangga

Mumpung masih awal tahun, saya merapikan catatan kas rumah tangga. Kebiasaan ini saya kerjakan sejak menikah tahun 2000. Saat itu saya baru tahu, istri saya punya kebiasaan mencatat pengeluaran di buku kas. Saya kemudian ikut-ikutan belajar, membantu mencatat di buku yang sama. Kalau di Jepang, pencatatan relatif lebih mudah. Karena setiap belanja, di pasar sekalipun, kami selalu menerima struk belanja (reshiito). Sehingga walaupun sudah berhari-hari, selama struk itu tersimpan di dompet, mudah untuk melakukan pencatatan. Setahun kemudian, ketika istri saya opname selama 2 bulan karena kasus anak pertama kami yang masih dalam kandungan, proses pencatatan saya ambil alih dan berlanjut sampai sekarang. Tetapi karena mencatat manual itu memerlukan bantuan kalkulator untuk menghitung total belanja, saldo, akhirnya per 12 November 2001, saya mulai melakukan pencatatan di spreadsheet, memakai MS Excel. Catatan pertama saya saat itu adalah sbb.

Screen Shot 2018-01-06 at 11.01.57

Kalau melihat catatan tersebut, sepertinya hari itu saya mengantar istri saya ke bandara, yang akan pulang sebentar ke Indonesia dan menghadiri pernikahan adik.

Saya membagi pos belanja menjadi 7 :
1. Konsumsi
2. Peralatan rumah tangga & buku
3. Komunikasi
4. Transportasi (pada contoh di atas, saya salah memasukkan angka 3180 yen, mestinya ke pos no.4, bukan no.3)
5. Habis pakai
6. Kesehatan
7. Hiburan

Sejak pulang ke Indonesia tahun 2007, saya membuat file catatan baru untuk membedakan transaksi yang sebelumnya memakai mata uang yen, maka sejak tahun 2007 menjadi rupiah. Catatan ini berlanjut selama 10 tahun sampai hari ini. Tak terasa ukuran file catatan keuangan sejak 2007-2017 telah berukuran 3.5 MB. Sudah waktunya untuk membuat file baru, dimulai dari 2018.

Sengaja saya pakai excel yang sederhana, tidak memakai aplikasi macam-macam, agar bisa bertahan lama dan bisa dibaca di berbagai platform (OSX-Windows-Linux). Dengan catatan seperti ini, kadang teman saya tanya : “buat apa sih ?”. Saya jawab, kalau hobby saya itu mencatat…apa saja    

Tapi dengan catatan yang rinci, saya bisa tahu, pengeluaran terbesar di pos mana, bagaimana kondisi keuangan suatu waktu. Saya juga tahu apakah saya selama ini terlalu boros atau tidak, seberapa jauh saya bisa menabung, ataukah tiap bulan tekor melulu. Di ekonomi dikenal Engel coefficient. Yaitu rasio pengeluaran di pos konsumsi terhadap total pengeluaran. Dengan pembagian tabel spt di atas, saya juga bisa menghitung Engel Coefficient pribadi saya. Dengan mengetahui kondisi kita dalam angka, akan memudahkan dalam membuat perencanaan.

 

Iklan

Tentang Anto Satriyo Nugroho

My name is Anto Satriyo Nugroho. I am working as research scientist at Center for Information & Communication Technology, Agency for the Assessment & Application of Technology (PTIK-BPPT : Pusat Teknologi Informasi & Komunikasi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi). I obtained my doctoral degree (Dr.Eng) from Nagoya Institute of Technology, Japan in 2003. My office is located in Serpong, Tangerang Selatan City. My research is on pattern recognition and image processing with applied field of interests on biometrics identification & development of computer aided diagnosis for Malaria. Should you want to know further information on my academic works, please visit my professional site at http://asnugroho.net
Pos ini dipublikasikan di coffee morning. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s