Catatan Pembuatan RSNI Biometrik

Minggu yll. saya sharing pengalaman kami dalam pembuatan standar RSNI. Awalnya pihak BSN kontak ke kantor mencari orang yang bisa membantu pembuatan standar biometrik. Jadi inisiasi dari BSN, sebenarnya. Mereka sudah berusaha bertahun mencari orang yang bisa membantu tapi tidak ketemu. Akhirnya dari kontak itu, saya dan rekan kantor (Pak Meidy Layooari) datang ke BSN dan membantu mereka menyiapkan standar.

Awalnya mereka mencari jenis standar biometrik apa yang bisa disiapkan. Saya memberi masukan beberapa dg alasan. Kemudian kami fokus ke ISO/IEC 19794-x.

Pertimbangan kami, standar2 itu diambil sebagai acuan penulisan data minutiae sidik jari yang direkam/disimpan di chip KTP-elektronik. Jadi jelas terpakai di Indonesia. Ada juga usulan rekan lain untuk menetapkan standar sendiri, tapi kami lebih fokus ke interoperabilitas. Agar tidak vendor lock in, agar data yg disimpan di chip KTP-elektronik bisa dibaca semua pihak.
Mengenai penulisan ini bisa dibaca di tulisan kami di website PTIK.

Akhirnya disepakati BSN, untuk mulai dari 3 standar dengan adopsi identik . Artinya terjemahan sesuai dg standar asli, sama sampai level “titik komanya”. Tiga standar yg diterjemahkan

  • RSNI ISO/IEC 2382-37 : Teknologi Informasi – Kosakata Bagian 37: Biometrik
  • RSNI ISO/IEC 19794-2 : Teknologi Informasi – Format Pertukaran Data Biometrik Bagian 2: Data Minutiae Jari
  • RSNI ISO/IEC 19794-4 : Teknologi Informasi – Format Pertukaran Data Biometrik Bagian 4: Data Citra Jari.

Kami terjemahkan dg rekan-rekan BSN. BSN yang menterjemahkan awal, kemudian kami memberi masukan/koreksi. Banyak kesulitan yg dihadapi ketiga bertemu terminologi khas biometrik seperti ridge , valley , core , delta dsb. Akhirnya dipakai istilah aslinya. Kalau diterjemahkan, kami khawatir kata2 terjemahannya akan membingungkan semua orang. Misalnya “punggungan” untuk ridge akan membingungkan peneliti.

Setelah selesai terjemahan itu, BSN membuat survey ke beberapa institusi dan industri, mengenai pandangan mereka terhadap standar tersebut. Kemudian standar tsb. diajukan ke BSN di akhir tahun 2017.

Tahun 2018, terjemahan itu dibahas di level Komisi Teknis 35-01 yang terdiri dari 15 orang. Saya dan pak Meidy (BPPT) diundang sebagai konseptor standar tersebut. Dalam beberapa kali pembahasan akhirnya diketahui bahwa standar yg kami terjemahkan sudah dikoreksi (corrigendum) dan ditambahkan (amendment/amandemen). Misalnya awalnya 19794-2:2011 telah dikoreksi tahun 2015.

Akhirnya diputuskan standar itu untuk kami perbaiki. Ada sekitar 120 halaman corrigendum dan amendment yang ditambahkan. Total hasil akhir terjemahan itu :
RSNI ISO/IEC 19794-2 ………. 141 halaman
RSNI ISO/IEC 19794-4 ………. 143 halaman

Sedangkan untuk RSNI ISO/IEC 2382-37 : Teknologi Informasi – Kosakata Bagian 37: Biometrik, sudah lolos duluan dan dapat dilihat di http://sispk.bsn.go.id/SNI/DetailSNI/12147

Tahun ini kami beberapa kali rapat, akan tetapi tidak berhasil mencapai quorum. November dilakukan perubahan keanggotaan Komisi Tekns 35-01, dari 15 orang menjadi 11 orang. Saya dimasukkan sebagai salah satu Pakar dari 11 orang tsb. (2 orang wakil pemerintah, 5 orang pakar, 2 orang pelaku usaha, 2 orang konsumen). Jadi saya merangkap selain anggota komtek 35-01, juga konseptor. Akhirnya kamis kemarin berhasil quorum (11 orang semua hadir) dan mengambil keputusan menyetujui terjemahan tersebut. Selanjutnya proses di Komtek akan memperbaiki beberapa kesalahan/typo menyesuaikan dengan KBBI, untuk nantinya apabila tidak ada aral melintang, Insya Allah ditetapkan sebagai SNI. Demikian cerita saya.

Banyak hal yg belum saya fahami sebenarnya. Sedikit2 berusaha memahami proses pembuatan standar. Ohya, dua standar itu hanya sebagian kecil tugas Komtek 35-01. Banyak standar di bidang TI yg mereka kerjakan, dan 21 November 2019 mereka meraih penghargaan Herudi Technical Committee Award (HTCA) dari BSN.

Tentang Anto Satriyo Nugroho

My name is Anto Satriyo Nugroho. I am working as research scientist at Center for Information & Communication Technology, Agency for the Assessment & Application of Technology (PTIK-BPPT : Pusat Teknologi Informasi & Komunikasi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi). I obtained my doctoral degree (Dr.Eng) from Nagoya Institute of Technology, Japan in 2003. My office is located in Serpong, Tangerang Selatan City. My research is on pattern recognition and image processing with applied field of interests on biometrics identification & development of computer aided diagnosis for Malaria. Should you want to know further information on my academic works, please visit my professional site at http://asnugroho.net
Pos ini dipublikasikan di catatan kerja, research. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s