Sebelas tahun menunggu

refLamanya proses review paper di jurnal bervariasi. Adakalanya perlu waktu sekitar 3 bulan sejak paper dikirimkan, sampai mendapat keputusan diterima, ditolak atau diterima dengan bersyarat. Setelah dilakukan revisi, kalau lancar paper akan diterima untuk diterbitkan di jurnal tersebut. Kalau cepat, enam bulan setelah dikirim pertama, paper tersebut akan dipublikasikan. Tapi tidak jarang yang proses review-nya makan waktu lebih dari satu tahun.

Beberapa hari yll. seorang sahabat menshare satu artikel yang proses review-nya makan waktu 11 tahun ! Paper tersebut berjudul “Generators of matrix algebras in dimension 2 and 3” ditulis oleh Helmer Aslaksen dan Arne B. Sletsjoe dikirimkan 14 JUni 1995, dan diterima untuk publikasi pada 8 Mei 2006. Proses review yang demikian lama ini dijelaskan oleh Helmer Aslaksen [1][2].  Menurutnya, paper tersebut mengalami proses penulisan ulang dua kali berdasarkan masukan reviewer-nya. Sedangkan lamanya proses yang makan waktu 11 tahun tersebut, karena proses komunikasi yang tidak lancar.

Kalau paper Aslaksen perlu 11 tahun untuk diterima, maka tiga abad yang lalu, hal yang serupa menimpa Joseph Fourier dengan waktu yang lebih lama, yaitu 15 tahun [3][4]. Fourier dulu mengenalkan teorinya di abad 18 tapi tim reviewernya tidak sepakat. Teori yang dikembangkannya disampaikan dengan judul “On the Propagation of Heat in Solid Bodies”, pada tahun 1807 di hadapan reviewer.  Nama-nama reviewernya sudah kita kenal dari buku teks, yaitu Lagrange, Laplace, Monge & Lacroix. Teori yang disampaikan Fourier sekarang kita kenal dengan Fourier Series, bahwa sebarang fungsi dapat dibentuk dari deret trigonometri. Teori Fourier Series sekarang menjadi fundamental teknologi pengolahan signal. Tetapi, pada saat diperkenalkan, teori tersebut mengundang kontroversi dan penolakan dari anggota komite reviewer. Lagrange, Laplace dan kemudian Poison menolak teori tersebut. Pembuktian yang disampaikan oleh Fourier tidak dapat meyakinkan para jury. Pada tahun 1817, Fourier diangkat sebagai anggota Academie des Sciences, dan pada tahun 1822 dipilih sebagai sekretaris, menggantikan Delambre. Begitu menjadi sekretaris, akhirnya Academie des Sciences mempublikasikan paper Fourier. Total perlu waktu 15 tahun sampai teori Fourier dipublikasikan, sedangkan Lagrange telah wafat pada 1813.

Adakalanya suatu hasil penelitian perlu waktu lama untuk diterima, dan melewati berbagai macam kendala & rintangan.Kesabaran, keuletan dan ketekunan akan berbuah manis pada akhirnya.  “The brick walls are there for a reason. The brick walls are not there to keep us out. The brick walls are there to give us a chance to show how badly we want something. Because the brick walls are there to stop the people who don’t want it badly enough. They’re there to stop the other people.” (Randy Pausch)

Catatan tambahan dari Diskusi di IAIS:

T Indrakusuma : Mas Anto, Saya agak heran Juga Ada seorang teman yang peneliti Tapi nggak mau hasil karya nya di-review oleh technical community karena takut ide nya ditiru, katanya. Gimana tuh.. Apakah memang begitu seorang peneliti bisa sedemikian khawatir idenya ditiru?

Anto :  Maaf baru membalas mas Indra. Sebenarnya tidak dipublikasikan sah-sah saja, karena tiap orang punya pendekatan yg mungkin berbeda untuk mendiseminasikan temuannya. Tapi memang di kalangan reviewer, intinya kepercayaan. Reviewer yang dipilih harus mampu menjaga rahasia, dan tidak memanfaatkan ide dari paper yang direviewnya untuk dia sendiri. Di situ tanggung jawab terbesar editor untuk memilih reviewer yang dianggap fair dan mampu menjaga rahasia.  Di kalangan peneliti ada juga yang bersikap spt Grigori Perelman, upload papernya terus meninggalkan dunia penelitian. Perelman dulu peraih medali emas Int’l Math Olympiad dari Rusia. Matematikawan Rusia ini memecahkan salah satu masalah terbesar matematika, tapi menolak field medal (setara Nobel di bidang matematika) & millenium prize. Jawabannya pun diupload tidak disubmit ke jurnal, melainkan hanya diupload lewat internet ke arXiv tapi bikin geger karena menjawab masalah pelik yang jadi masalah dunia. Riwayatnya dapat dilihat di sini.
Perelman tidak mau diwawancarai, menghindri publisitas. Pekerjaannya ditinggalkan, hidup sebagai “gelandangan”. Dipanggil untuk disalami raja saat meraih medali pun tidak datang. 😀 Paper Perelman yg akhirnya dianugerahi Millenial Prize, tapi dia tidak datang dan menolaknya [5].

Referensi
1. “Generators of matrix algebras in dimension 2 and 3”, Linear Algebra and Its Applications, Vol.430, Issue 1, 2009.
2. https://www.quora.com/Why-did-the-paper-Generators-of-matrix-algebras-in-dimension-2-and-3-take-11-years-to-be-published-after-being-submitted
3. https://www.aps.org/publications/apsnews/201003/physicshistory.cfm
4. http://www-groups.dcs.st-and.ac.uk/history/Biographies/Fourier.html
5. https://arxiv.org/abs/math/0211159

 

Tentang Anto Satriyo Nugroho

My name is Anto Satriyo Nugroho. I am working as research scientist at Center for Information & Communication Technology, Agency for the Assessment & Application of Technology (PTIK-BPPT : Pusat Teknologi Informasi & Komunikasi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi). I obtained my doctoral degree (Dr.Eng) from Nagoya Institute of Technology, Japan in 2003. My office is located in Serpong, Tangerang Selatan City. My research is on pattern recognition and image processing with applied field of interests on biometrics identification & development of computer aided diagnosis for Malaria. Should you want to know further information on my academic works, please visit my professional site at http://asnugroho.net
Pos ini dipublikasikan di coffee morning. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s