Pertama kali ke SMAN 1 Semarang

Ini kenangan tahun 1989. Ketika itu saya ditugaskan sekolah (SMAN 1 Solo) untuk mengikuti seleksi International Mathematics Olympiad di Jerman Barat. Awalnya diseleksi dua di antara siswa ( saya dan kalau tidak salah mbak Veronika Enny). Kebetulan saya terpilih, dan berangkat ke Semarang diantar Bu Lik Dian. Sampai di Semarang, saya dititipkan Bu Lik ke teman-temannya yang kos di Semarang kemudian ditinggal balik ke Solo. Saya tidak ingat detailnya, tapi kemudian esoknya saya berangkat ke SMAN 1 Semarang untuk mengikuti lomba. Banyak yang ikut, dan saya berkenalan dengan satu dan yang lain. Ada yang dari Gombong, Purwokerto kalau tidak salah. Kami kemudian diminta masuk ke ruang untuk lomba. Seingat saya SMAN 1 Semarang agak berbukit ? Saya lomba di gedung yang agak bawah. Teman-teman yang lain seingat saya diantar oleh gurunya. Saya yang sendirian dari Solo. Setelah saya kerjakan soal itu, saya pun pulang ke Solo. Saya tidak berani mengingat atau mengharapkan hasil kompetisi tersebut.

Entah berapa minggu, atau bulan kemudian saya dikabari di sekolah kalau dapat peringkat satu. Haa ? Saya hampir tidak percaya. Ternyata itu kompetisi serius dan beneran. Cerita selanjutnya saya catat di blog : PPPG ketemu 10 peringkat nasional teratas, terpilih ke Jerman, menghadap dan pamit Pak Fuad Hasan (Mendikbud) dan ketemu & ngobrol Pak Habibie di Jerman. Kami tim Indonesia kedua yang diberangkatkan untuk IMO, dan tim Indonesia pertama yang turun lengkap 6 orang. Tahun sebelumnya, tim pertama IMO, Indonesia hanya menerjunkan 3 orang.

Bagi saya, kenangan manis terutama adalah itu pertama kali saya bisa naik pesawat terbang diantar alm Bapak. Saya pikir saya berangkat sendiri, ternyata di bandara Bapak juga berangkat ke Jakarta mengantar saya. Harga tiket seingat saya Rp 75 ribu. Sering saya ceritakan ke anak-anak saya, mestinya bersyukur. Sudah pernah naik pesawat di usia anak-anak. Sedangkan bapak baru bisa naik pesawat saat kelas 3 SMA 😃 Sepulangnya ditanya Oom (yg tinggal di Bandung): “Kamu makan apa To, di sana ?” Saya jawab : “Saya minum yoghurt, Oom”. “Walah, To….itu kan ada juga di sini”, beliau tertawa. Saya heran, ternyata yoghurt udah populer di Bandung. Kalau di Solo saya belum pernah ngerasain sih.

Related links :

1. Kenangan masa SMA tahun 1989: IMO, ITB dan STMDP-2 (https://asnugroho.wordpress.com/2007/03/10/kenangan-masa-sma-tahun-1989/)

2. https://asnugroho.wordpress.com/2008/09/07/foto-saat-mengikuti-imo-1989/

Tentang Anto Satriyo Nugroho

My name is Anto Satriyo Nugroho. I am working as research scientist at Center for Information & Communication Technology, Agency for the Assessment & Application of Technology (PTIK-BPPT : Pusat Teknologi Informasi & Komunikasi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi). I obtained my doctoral degree (Dr.Eng) from Nagoya Institute of Technology, Japan in 2003. My office is located in Serpong, Tangerang Selatan City. My research is on pattern recognition and image processing with applied field of interests on biometrics identification & development of computer aided diagnosis for Malaria. Should you want to know further information on my academic works, please visit my professional site at http://asnugroho.net
Pos ini dipublikasikan di gado-gado. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s