Pusat Unggulan Iptek (PUI) Biometrik

Pusat Unggulan Iptek (PUI) atau Center of Excellence adalah program yang diselenggarakan oleh Kementrian Riset dan Teknologi/BRIN (sebelumnya disebut Kementrian Ristek Dikti) untuk membina pusat litbang di Lembaga Pemerintahan Non Kementrian (LPNK) dan Lembaga Pemerintahan Kementrian (LPK). Sedangkan untuk perguruan tinggi dikoordinasikan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Program PUI ini sudah berlangsung agak lama, tapi saya baru mengetahuinya saat diminta oleh Direktur Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (PTIK) BPPT pada awal tahun 2017, untuk mencoba mendaftarkan PUI untuk PTIK. Jumlah PUI saat ini (13 Januari 2021) adalah 52 LPK, 50 LPNK, 7 Badan Usaha, dan 27 Perguruan Tinggi.

Catatan saya buat 6 bagian, dari A sampai F untuk mendokumentasikan upaya yang dilakukan setiap tahun sejak 2017. Catatan ini akan selalu diupdate, sekaligus sebagai dokumentasi.

Link : PUI Biometrik

A. Tahun 2017 : pengajuan proposal dan master plan

Awal tahun 2017 kami mencari tipe PUI yang akan diajukan. Awalnya Bapak Direktur berfikir untuk mengajukan PUI Security, tapi khawatirnya nanti bentrok dengan tupoksi BSSN. Nama PUI harus unik agar lolos seleksi. Akhirnya diputuskan untuk mengajukan PUI Biometrik, karena kami punya track record di Indonesia untuk bidang tersebut. Saya ditugaskan menyusun kegiatan selama 3 tahun terakhir, dan membuat proposal untuk pengajuan PUI Biometrik ke Kemenristek Dikti. Dua dokumen kami susun: Proposal Pengembangan Pusat Unggulan Iptek (47 halaman) dan Borang (39 halaman) yang merangkum indikator PUI. Yang dilaporkan : 19 indikator Absorptive Capacity (AC), 9 indikator Research & Development Capacity (R&D) dan 9 indikator Disseminating Capacity (DC). Nilai borang : 200 poin untuk AC, 300 poin R&D dan 500 poin untuk DC. Kemudian apabila lolos tahap I tersebut, masuk tahap II verifikasi data lapangan untuk penilaian kedua. Nilai pertama dan kedua dirata-ratakan, untuk menentukan lolos tidaknya sebagai PUI. Batas minimal untuk lolos sebagai PUI: 850 poin.

Proposal kami lolos tahap I dan masuk ke tahap II (verifikasi data lapangan). Pada tanggal 19 Oktober 2017, kami mempresentasikan proposal tersebut kepada Tim Kemenristek Dikti. Pakar yang diundang oleh Kementrian adalah Prof. Engkos Koswara dan Pak Oskar Riandi. PUI Biometrik PTIK diwakili oleh Direktur PTIK, Husni Fahmi, Gunarso, Gembong S Wibowanto, Yuki Istianto dan Anto S Nugroho.

Pada tanggal 13 Desember 2017 diumumkan bahwa PUI Biometrik PTIK lolos seleksi dan ditetapkan sebagai salah satu PUI Binaan Ristek Dikti. Pembinaan dilakukan selama 3 tahun dan dipantau progres-nya tiap tahun. Apabila nilai pada tahun tersebut lebih dari 850, baru akan dikukuhkan sebagai Pusat Unggulan Iptek. Pengukuhan dapat terjadi pada tahun pertama pembinaan, tahun kedua pembinaan dan tahun ketiga. Ada juga yang terpaksa tidak dapat dikukuhkan, karena nilainya belum melebihi threshold.

B. Tahun 2018 : Pembinaan Tahun I

Kegiatan pembinaan PUI Biometrik (Binaan Tahun I), PTIK-BPPT berlangsung pada tanggal 21 November 2018. Tim reviewer dari Kemenristekdikti menghadirkan pakar/penilai : Prof. Iping Supriana Suwardi dan Bapak Oskar Riandi (Direktur PT.Bahasa Kita).

Image may contain: 13 people, including Andi Djalal Latief, Gunarso Bs, Oskar Riandi and Anto Satriyo Nugroho, people smiling

Laporan akhir tahun 2018 terdiri dari 161 halaman. Pada tahun ini, ternyata kami belum lolos untuk dikukuhkan sebagai PUI. Ada syarat yang harus dipenuhi : KNAPPP Komite Nasional Akreditasi Pranata Penelitian dan Pengembangan ( http://knappp.ristekdikti.go.id/ ). KNAPPP jadi syarat mutlak suatu lembaga ditetapkan sebagai Pusat Unggulan Iptek. Hal ini perlu kami rintis di tahun 2019.

C. Tahun 2019: Pembinaan Tahun II & Pengukuhan PUI Biometrik

Pada hari Rabu, tanggal 24 Juli 2019 diselenggarakan Supervisi PUI Biometrik (Binaan Tahun kedua) di Pusat Teknologi Informasi & Komunikasi (PTIK). Hadir pada kesempatan tersebut : Supervisor : Bp.Oskar Riandi & Bp.Lukito Edi Nugroho, PUI Ristek Dikti : Ibu Lelya Nirsa (pengganti Pak Yudho, sebelumnya Ketua KNAPPP) & Ibu Edita Diah Triana Dewi (Kepala Seksi Lembaga Penelitian dan Pengembangan Kemenristekdikti). Acara dibuka pk 10.00 oleh Direktur PTIK (Dr. Purwoadi) dan dilanjutkan dengan paparan oleh Ibu Sri Saraswati dan Anto S. Nugroho mengenai capaian di bidang Sourcing Absorptive Capacity, Research & Development Capacity serta Disseminating Capacity. Diskusi berlangsung hangat dengan kedua supervisor, Ibu Lelya dan Ibu Edita. Masukan bermanfaat dicatat sebagai perbaikan untuk monev yang akan datang. Setelah supervisi, Ibu Lelya menyampaikan bahwa monev dijadwalkan berlangsung pada bulan Oktober 2019.

https://ptik.bppt.go.id/images/berita/beritaPUI.jpeg

Pada 2 Desember 2019 tibalah saat pengumuman siapa yang lolos untuk ditetapkan sebagai Pusat Unggulan Iptek (PUI). Tahun ini merupakan tahun bahagia Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi BPPT, karena Pusat Unggulan Iptek (PUI) Biometrik akhirnya terpilih satu dari 18 PUI  (PUI: Pusat Unggulan Iptek, Center of Excellence) yang ditetapkan oleh Kementrian Riset dan Teknologi. PUI Biometrik diusulkan tahun 2017 dan masuk kategori pembinaan tahun I (2018) dan tahun II (2019). PUI Biometrik PTIK diwakili oleh Bu Saraswati menerima plakat Pusat Unggulan Iptek Biometrik karena Pak Purwoadi (Direktur PTIK) berhalangan. Pada saat itu, ada 18 PUI yang terpilih dan total PUI menjadi 99.


saras saras2 P_20191204_070554_p  P_20191204_070446_p_1

D. Tahun 2020 : Anugerah Litbangjirap

Tahun ini kami masih menunggu kepastian KNAPPP. Selama masa tunggu tersebut, kami terpilih untuk mengikuti seleksi Lembaga Litbangjirap Inovatif. Dari lembaga litbangjirap (PUI) yang ada, diambil 14 lembaga litbangjirap yang dinominasikan, kemudian diambil 3 peringkat tertinggi. Penghargaan ini sebelumnya disebut Prayoga Sala. PUI Biometrik diwakili oleh Bp. Irwan Rawal Husdi (Plt. Direktur PTIK), Bu Saras dan saya. Setelah mengikuti seleksi lewat presentasi di hadapan para juri, akhirnya diumumkan tanggal 10 November 2020. Suatu kejutan bagi kami (Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi) karena menerima Anugerah Inovasi Indonesia pada Kategori Anugerah Lembaga Litbangjirap Inovatif (Lembaga Litbangjirap K/L dan Badan Usaha Inovatif) dari Kementrian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam event Inovasi Indonesia Expo 2020. Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi meraih peringkat ketiga. Saya tadinya sempat tidak terfikir, PTIK mendapat award dari hasil ketika kami maju presentasi minggu sebelumnya. Alhamdulillah, semoga mendapat barokah dari Nya. Ketiga PUI pemenang Anugerah Lembaga Litbangjirap Inovatif Indonesia tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Puslitkoka (Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia) : https://iccri.net/
  2. Balai Besar Litbang Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan – KLHK : https://www.biotifor.or.id/
  3. Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (PTIK) – BPPT : https://ptik.bppt.go.id/
This image has an empty alt attribute; its file name is ps.jpg

E. Kriteria yang dimonitor Kemenristek/BRIN dari PUI

Ada 3 hal yang dipantau oleh Kemenristek/BRIN : Kapasitas Internal Lembaga dalam menyerap informasi (absorptive capacity), Kapasitas Penelitian dan Pengembangan lembaga (R & D Capacity) dan Kapasitas lembaga dalam diseminasi (Disseminating Capacity). Ketiga hal tersebut direfleksikan dalam 27 indikator kinerja sebagai berikut:

  1. Tingkat Kualitas Tata Kelola Organisasi (KNAPPP)
    1. Penjelasan: Mengukur kualitas tata kelola lembaga litbang yang ditentukan dari perolehan akreditasi KNAPPP, dan didukung pemanfaatan SOP
    2. Data Dukung : Sertifikat KNAPPP, SOP
    3. Pengisian Matrik :
      1. Matriks nama SOP dan Tingkat Pemanfaatannya
      2. Matriks nama Sistem Informasi Manajemen dan Tingkat Pemanfaatannya
      3. Matriks Perkembangan Perolehan Akreditasi KNAPPP (Nama Kegiatan,
      4. Deskripsi)
  2. Rasio SDM Riset berdasarkan tingkat pendidikan dan kompetensi
    1. Penjelasan: SDM Riset adalah personil yang melakukan kegiatan riset, baik yang memiliki jabatan fungsional peneliti, perekayasa
    2. Data Dukung : Data Kepegawaian
    3. Pengisian Matrik :
      1. Matriks Daftar SDM Riset
      2. Matriks Daftar SDM Pendukung Riset
  3. Tingkat Pemanfaatan dan Ketersediaan Dukungan Sarana Prasarana(akses terhadap sarpras yang dibutuhkan / jaringan dengan lembaga lain)
    1. Penjelasan: Pemanfaatan Sarana dan Prasarana Riset (bukan hanya alat yang dimiliki, tapi juga alat yang bisa diakses)
    2. Data Dukung : Daftar Sarana danPrasarana utama dan kondisinya
    3. Pengisian Matrik :
      1. Matriks Ketersediaan, Pemanfaatan, dan Penerapan SOP Sarana danParasarana Riset [Nama Sarpras Utama, Akses Penggunaan, Kondisi]
      2. Matriks Ketersediaan, Pemanfaatan, dan Penerapan SOP Sarana dan Prasarana Non Riset
  4. Rasio Jumlah Anggaran Riset per SDM Riset
    1. Penjelasan: Total seluruh anggaran untuk kegiatan riset, dibagi semua SDM riset
    2. Data Dukung : Laporan Keuangan (RKAKL)
    3. Pengisian Matrik :
      1. Matriks Komposisi Anggaran Berdasarkan Jenis Belanja
      2. Matriks Komposisi Anggaran Berdasarkan Sumber Penerimaan
  5. Perolehan Akreditasi, Standardisasi, dan Sertifikasi
    1. Penjelasan : Perolehan pengakuan atas akreditasi, standardisasi, dan sertifikasi yang diterbitkanoleh Lembaga yang terkait dengan akreditasi, standardisasi dan sertifikasi
    2. Data Dukung :
      1. Sertfikat ISO
      2. Akreditasi Jurnal
      3. Sertifikat Standardisasi
      4. Sertifikasi Profesi
    3. Pengisian Matrik : Matriks Perolehan Akreditasi, Sertifikasi (Jenis, Status (Tahapan Perolehan), Keterangan)
  6. Kapasitas dan Akses Informasi
    1. Penjelasan : Mencakup : Jumlah himpunan masyarakat ilmiah internasional yang diikuti oleh Lembaga, Jumlah akses kejurnal ilmiah online nasional dan internasional, dan Tingkat kualitas pelayanan dan informasi di dalam website lembaga
    2. Data Dukung : Bukti keanggotaan, struktur organisasi himpunan, profil himpunan Screenshot akses di Halaman database/ domain/ penyedia jurnal ilmiah Screenshot Halaman Website
    3. Pengisian Matrik :
      1. Jumlah himpunan masyarakat ilmiah internasional yang diikuti
      2. Jumlah Akses ke Jurnal Ilmiah Online Nasional dan Internasional
      3. Jumlah Layanan yang tersedia Melalui Sistem Informasi Lembaga (Nama Layanan, Deskripsi)
  7. Jumlah Kegiatan Pengembangan Kapasitas Riset (SDM dan Sarpras)
    1. Penjelasan: Kegiatan pengembangan kapasitas riset (SDM dan Sarpras) adalah kegiatan pengembangan kapasitas riset yang melibatkan unsur eksternal lembaga. Kegiatan ini dapat berupa pelatihan, kalibrasi alat, dsb.
    2. Data Dukung : Dokumentasi pelaksanaan kegiatan (foto, laporan kegiatan, daftar hadir)
    3. Pengisian Matrik : Matriks Kegiatan Pengembangan Kapasitas Riset (Nama Kegiatan, Waktu Pelaksanaan, Keterangan [Deskripsi Kegiatan,Hasil,Jumlah Personel/Sarpras])
  8. Undangan Menjadi Pembicara dalam Konferensi Internasional
    1. Penjelasan: Pembicara dalam Konferensi Internasional adalah personal dalam lembaga litbang yang diundang untukmemberikan oral speech dalam konferensi internasional (termasuk invited speaker), dan topik yang disampaikan memiliki keterkaitan dengan lingkup keunggulan.
    2. Data Dukung : Surat Undangan dandokumentasi pelaksanaan (bahan paparan, berita, foto)
    3. Pengisian Matrik : Matriks Rekapitulasi Undangan Menjadi Pembicara dalam Forum Ilmiah Internasional
  9. Undangan Menjadi Pemakalah dalam Konferensi Internasional
    1. Data Dukung : Surat undangan dan dokumentasi pelaksanaan (Sertifikat Pemakalah, Prosiding)
    2. Pengisian Matrik : Matriks Rekapitulasi Undangan Menjadi Pemakalah dalam Forum Ilmiah Internasional
  10. Kunjungan Lembaga Internasional ke Pusat Unggulan Iptek
    1. Data Dukung : Daftar Hadir, Foto, Berita di Web
    2. Pengisian Matrik : Matriks Rekapitulasi Kunjungan Lembaga Internasional
  11. Lulusan S3 sesuai Tema Riset Unggulan Lembaga
    1. Penjelasan: Lulusan S3 sesuai Tema Riset Unggulan Lembaga (SDM lembaga atau SDM lain yg dibimbing oleh SDM lembaga)
    2. Data Dukung : Ijazah, Surat Keterangan Lulus, Lembar Persetujuan
    3. Pengisian Matrik : Matriks Rekapitulasi Jumlah Lulusan S3
  12. Jumlah Kegiatan Riset yang sesuai dengan Roadmap Riset Lembaga
    1. Penjelasan: Sejauh mana roadmap riset menjadi acuan bagi pelaksanaan riset di lembaga.
    2. Data Dukung : Ringkasan proposal kegiatan
    3. Pengisian Matrik : Matriks Kegiatan Riset (Nama Kegiatan Riset, Keterkaitan dengan Roadmap Riset [deskripsi])
  13. Jumlah Kegiatan yang Mendukung Peningkatan Perolehan HKI
    1. Penjelasan: Indikator ini mengukur keaktifan lembaga dalam mendukung perolehan HKI
    2. Data Dukung : Dokumentasi pelaksanaan kegiatan (foto, laporan kegiatan, daftar hadir)
    3. Pengisian Matrik : Matriks Kegiatan yang Mendukung Peningkatan Perolehan HKI (Nama Kegiatan, Deskripsi Kegiatan, Waktu Pelaksanaan)
  14. Jumlah Kegiatan yang Mendukung Pengembangan Produk Riset Lembaga
    1. Penjelasan: Indikator ini mengukur keaktifan lembaga dalam mendukung pengembangan produk riset lembaga (mulai dari desain menuju produk akhir)
    2. Data Dukung : Data Kepegawaian
    3. Pengisian Matrik : Matriks Kegiatan yang Mendukung Pengembangan Produk Riset Lembaga (Nama Kegiatan, Deskripsi Kegiatan)
  15. Publikasi dalam Jurnal Nasional Terakreditasi
    1. Penjelasan : Judul publikasi dengan status published, yang mendukung fokus unggulan lembaga
    2. Data Dukung : Abstract
    3. Pengisian Matrik : Matriks Rekapitulasi Perolehan Publikasi dalam Jurnal Ilmiah Nasional Terakreditasi
  16. Publikasi dalam Jurnal Internasional
    1. Deskripsi : Judul publikasi dengan status published, yang mendukung fokus unggulan lembaga
    2. Data Dukung : Abstract
    3. Pengisian Matrik : Matriks Rekapitulasi Perolehan Publikasi dalam Jurnal Ilmiah Internasional
  17. Perolehan Paten atau Rezim HKI Lainnya
    1. Penjelasan : Perolehan Paten yang sudah mendapatkan nomor registrasi dari Ditjen HKI Kemkumham
    2. Data Dukung : Sertifikat Paten, Surat Pendaftaran Paten
    3. Pengisian Matrik : Matriks Rekapitulasi Perolehan Paten atau Rezim HKI Lainnya
  18. Kerjasama Riset pada Tingkat Nasional
    1. Penjelasan : Kerjasama riset tingkat nasional yang didasarkan melalui perjanjian kerja sama
    2. Data Dukung : Dokumen Kerjasama
    3. Pengisian Matrik : Matriks Rekapitulasi Kerjasama Riset pada Tingkat Nasional (Nama Kerjasama, Deskripsi, Pihak yang Terlibat, JangkaWaktu, Nilai, No. PKS, Status [inisiasi baru; lanjutan])
  19. Kerjasama Riset pada Tingkat Internasional
    1. Penjelasan : Kerjasama riset tingkat internasional yang didasarkan melalui perjanjian kerja sama
    2. Data Dukung : Dokumen Kerjasama
    3. Pengisian Matrik : Matriks Rekapitulasi Kerjasama Riset pada Tingkat Internasional (Nama Kerjasama, Deskripsi, Pihak yang Terlibat, Jangka Waktu, Nilai, No. PKS, Status [inisiasi baru; lanjutan])
  20. Jumlah Kegiatan yang Mendukung Penguatan Basis Data dan InformasiProduk Unggulan Lembaga
    1. Penjelasan: Pembuatan leaflet, updating web, pengembangan aplikasi layanan, katalog, dll
    2. Data Dukung : Dokumentasi pelaksanaan kegiatan (foto, laporan kegiatan, daftar hadir)
    3. Pengisian Matrik : Matrik Kegiatan yang Mendukung Penguatan Basis Data dan Informasi Produk Unggulan Lembaga (Nama Kegiatan, Deskripsi Kegiatan)
  21. Jumlah Kegiatan yang Mendukung Peningkatan Kerjasama Hilirisasi Produk
    1. Penjelasan : Jumlah kegiatan business matching, sosialisasi, diseminasi, promosi, eksibisi, dll
    1. Data Dukung : Dokumentasi pelaksanaankegiatan (foto, laporan kegiatan, daftar hadir)
    2. Pengisian Matrik : Matrik Kegiatan yang Mendukung Meningkatnya Kerjasama Hilirisasi Produk
  22. Jumlah Kegiatan yang Mendukung Peningkatan Kerjasama Penguatan Produk Riset Lembaga
    1. Penjelasan : Pembuatan leaflet, updating web, pengembangan aplikasi layanan, katalog, dll
    2. Data Dukung :Dokumentasi pelaksanaankegiatan (foto, laporankegiatan, daftar hadir)
    3. Pengisian Matrik : Matrik Kegiatan yang Mendukung Penguatan Produk Riset Lembaga
  23. Kerjasama Non Riset (Jasa Konsultasi, Diklat, dll) dengan Pengguna Teknologi
    1. Penjelasan: Semua kerjasama non riset dengan pihak lain (di luar kegiatan dan hasil riset)
    2. Data Dukung : Dokumen Kerjasama, Surat Undangan, Surat Permintaan
    3. Pengisian Matrik : Matriks Rekapitulasi Kerjasama Non Riset
  24. Kontrak Bisnis dengan Industri dalam Rangka Hilirisasi Produk Unggulan Lembaga
    1. Penjelasan : semua kontrak/ kerjasama dalam rangka pemanfaatan produk riset dengancalon pengguna produk (misal: industri, pemerintahan, dll)
    2. Data Dukung : Dokumen Kerjasama/Kontrak
    3. Pengisian Matrik : Matriks Rekapitulasi Jumlah Kontrak Bisnis
  25. Perolehan Penghargaan, Pengakuan, Sertifikat(Recognition) untuk Produk Unggulan Lembaga
    1. Penjelasan : Mencakup perolehan atau pengakuan dari pengguna/pemerintah atas produk yang dihasilkanlembaga, berlaku 3 tahun terakhir
    2. Data Dukung : Testimoni Pengguna, Sertifikat Penghargaan Produk
    3. Pengisian Matrik : Matrik Perolehan Apresiasi Nasional atau International Recognition atasProduk Unggulan
  26. Perolehan Penghargaan, Pengakuan, Sertifikat (Reference ) atas Kinerja Lembaga
    1. Penjelasan : Mencakup jumlah mitra bestari tahun berjalan, index sitasi kumulatif lembaga tahun berjalan, SK penugasan nasional tahun berjalan, undangan narasumber tahun berjalan, dan penghargaan lembaga lainnya
    2. Data Dukung : Surat Undangan Narasumber, SK Penunjukkan, Screenshot Indek sitasi lembaga
    3. Pengisian Matrik : Matrik Perolehan Apresiasi Nasional atau International Reference atas Kinerja Lembaga
  27. Perolehan Economic Benefit dan/atau Social Impact bagi Masyarakat
    1. Penjelasan: economic benefit mencakup value added dan potential loss (nilai keekonomian yang mampu diselamatkan)
    2. Data Dukung :Deskripsi/laporan EconomicBenefit dan Social Impact
    3. Pengisian Matrik : Matrik Economic Benefit atau Social Impact atas Pemanfaatan ProdukUnggulan Lembaga

F. Penilaian indikator tiap tahun oleh Kemenristek/BRIN

Keduapuluhtujuh indikator itu tiap tahun dimasukkan ke web PUI ( https://pui.ristekbrin.go.id/ ), bersama data dukungnya untuk kemudian dinilai oleh Kemenristek/BRIN dengan melibatkan pakar. Ada syarat minimal yang harus dipenuhi oleh tiap indikator. Misalnya jumlah paper nasional minimal 20 buah per tahun, sedangkan paper internasional minimal 5 buah per tahun. Kegiatan ini kami lakukan tiap tahun. Evaluasi/pemantauan dilakukan oleh Kemenristek/BRIN sekitar 3-4 kali per tahun.

Dari penjelasan Kemenristek/BRIN, satu hal yang kami catat, bahwa PUI bukanlah award semata, melainkan status yang harus dipelihara. Terima kasih untuk dukungan seluruh rekan-rekan PTIK. Semoga amanah yang diberikan dapat terus dioptimalkan pemanfaatannya bagi PTIK.

Tentang Anto Satriyo Nugroho

My name is Anto Satriyo Nugroho. I am working as research scientist at Center for Information & Communication Technology, Agency for the Assessment & Application of Technology (PTIK-BPPT : Pusat Teknologi Informasi & Komunikasi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi). I obtained my doctoral degree (Dr.Eng) from Nagoya Institute of Technology, Japan in 2003. My office is located in Serpong, Tangerang Selatan City. My research is on pattern recognition and image processing with applied field of interests on biometrics identification & development of computer aided diagnosis for Malaria. Should you want to know further information on my academic works, please visit my professional site at http://asnugroho.net
Pos ini dipublikasikan di catatan kerja. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s