Pengujian Reader KTP elektronik di Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi BPPT

  1. Layanan Teknologi Pengujian Komponen Biometrik Perangkat Pembaca KTP-elektronik

Tahun 2019 Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (PTIK) dikukuhkan sebagai Pusat Unggulan Iptek Biometrik oleh Kemenristek/BRIN. Salah satu layanan teknologi dari Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi bagi industri adalah pengujian komponen perangkat pembaca KTP-el. Pengujian komponen biometrik yang dilakukan laboratorium biometrik sejak 2014 tersebut bertujuan menguji kesesuaian Perangkat Reader KTP elektronik yang dikembangkan oleh industri dalam negeri, dengan ketentuan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) no.34 tahun 2014 [1]. Permendagri tersebut memuat berbagai kriteria yang harus dipenuhi oleh Perangkat Pembaca KTP elektronik. Salah satu yang diuji adalah kinerjanya, yaitu Maximum False Rejection Rate 3% saat False Acceptance Rate 0.01%, yang diuji dengan data sidik jari Indonesia. Pengujian tersebut lakukan bersama laboratorium Smart Card Pusat Teknologi Elektronika BPPT.

Dalam pengujian biometrik, kami menerapkan 3 skenario pengujian. Ketiga skenario itu telah disampaikan dalam invited talk di The International Conference on Engineering and Information Technology for Sustainable Industry (ICONETSI), 29 September 2020 dengan judul “Biometrics Technology for Better Public Services”. Dalam presentasi tersebut dijelaskan informasi detail tiap skenario pengujian [2]. Di antaranya, menguji kinerja sistem pengenalan sidik jari vendor dengan data sidik jari rakyat Indonesia pada jumlah tertentu dengan cara cross template matching, maupun end-to-end testing, yaitu menguji kinerja Device Under Test (DUT) vendor. Pengujian end-to-end melibatkan 50 orang sebagai sampel pemadanan. Berbeda dengan pengujian yang dilakukan oleh NIST, pengujian yang dilakukan lab. biometrik tersebut diharapkan dapat mengukur keberhasilan pemakaian reader KTP elektronik di Indonesia.

Hingga saat ini, Laboratorium Biometrik Pusat Teknologi Informasi & Komunikasi BPPT telah melakukan pengujian untuk 32 klien industri dalam negeri, bekerjasama dengan Laboratorium Smart Card Pusat Teknologi Elektronika BPPT (status tanggal 3 Maret 2021).

Gambar 1 Jumlah pengujian biometrik sebagai bagian dari pengujian Reader KTP elektronik yang diselesaikan Laboratorium Biometrik Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi BPPT

2. Hak Atas Kekayaan Intelektual

Dua hak cipta Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk kegiatan pengujian telah terdaftar, yaitu

  1. BPPT Minutiae Viewer : Program Pembaca Minutiae Sidik Jari Berdasarkan ISO/IEC 19794-2:2005 (Hak Cipta No.000200698, 27 Agustus 2020)
  2. BPPT Biometrics Performance Testing : Perangkat Lunak Pengujian terhadap Kinerja Sistem Biometrik berdasarkan Permendagri No.34 Tahun 2014 (Hak Cipta No.000182285, 9 Maret 2020)

Perangkat lunak tersebut dipakai dalam proses pengujian KTP elektronik, maupun menganalisa detail minutiae sidik jari seseorang.

2
Gambar 2 Pemindaian jari dan analisis minutiae jari. Titik merah dan biru menunjukkan posisi titik minutiae pada jari yang dipindai.

3. Standar Nasional Indonesia terkait produk Biometrik

Standar Nasional Indonesia (SNI) adalah satu-satunya standar yang berlaku secara nasional di Indonesia. Dengan SNI diharapkan produk teknologi memenuhi spesifikasi teknis yang terstandarkan, sehingga konsumen yakin bahwa produk yang dipakainya efektif dan aman. Perumusan SNI harus memenuhi WTO code of good practice yang meliputi enam aspek, yaitu : keterbukaan, transparansi, konsensus dan tidak memihak, efektif dan relevan, koheren dengan standar internasional dan berdimensi pembangunan.

Standar dalam biometrik dibutuhkan untuk menjamin interoperabilitas, agar terhindar dari vendor lock-in. Interoperabilitas ini memungkinkan integrasi modular dari berbagai produk, tanpa harus mengorbankan lingkup arsitektur. Proses upgrade tiap komponen dapat berlangsung dengan mudah, sehingga terhindar dari kondisi obsolete (usang) [5].

Karena fokusnya pada format pertukaran data, standar tersebut dapat dipakai oleh berbagai vendor yang biasanya mengembangkan teknologi proprietary dalam biometrik. Sebagai contoh, SNI ISO/IEC 19794-2 membahas definisi dan cara penulisan minutiae pada -misalnya- chip KTP elektronik. Minutiae adalah titik percabangan (ridge bifurcation) dan titik perhentian (ridge ending) dalam sidik jari, yang berjumlah sekitar 60. Format penulisan minutiae tersebut diatur oleh standar, tetapi algoritma untuk mencari/menemukan titik minutiae tersebut dapat dilakukan dengan berbagai pendekatan pengolahan citra, baik proprietary maupun yang bersifat opensource (misalnya SourceAFIS). Penjelasan mengenai teknik penulisan tersebut dapat dibaca dari [4].

Dalam aktivitas kami sebagai salah satu anggota Komite Teknis 35-01 Teknologi Informasi BSN, beberapa Standar Nasional Indonesia terkait produk biometrik telah dihasilkan [3][4][5]. Yaitu

  1. SNI ISO/IEC 2382-37:2017 Teknologi Informasi – Kosakata – Bagian 37:Biometrik, ditetapkan lewat Keputusan Kepala BSN No. 171/KEP/BSN/4/2019, 26 April 2019, (Adopsi Identik, peran sebagai Konseptor dan Anggota Komite Teknis 35-01)
  2. SNI ISO/IEC 19794-2 Teknologi Informasi – Format Pertukaran Data Biometrik Bagian 2: Data Minutiae Jari, ditetapkan lewat Keputusan Kepala BSN No. 56/Kep/BSN/3/2020, 19 Maret 2020 (Adopsi Identik, peran sebagai Konseptor dan Anggota Komite 35-01)
  3. SNI ISO/IEC 19794-4 Teknologi Informasi – Format Pertukaran Data Biometrik Bagian 4: Data Citra Jari, ditetapkan lewat Keputusan Kepala BSN No. 57/Kep/BSN/3/2020, 19 Maret 2020 (Adopsi Identik, peran sebagai Konseptor dan Anggota Komite Teknis 35-01)
  4. SNI ISO/IEC 19794-5 Teknologi Informasi – Format Pertukaran Data Biometrik Bagian 5: Data Citra Wajah, ditetapkan lewat Keputusan Kepala BSN No. 780/Kep/BSN/12/2020, 30 Desember 2020 (Adopsi Identik, peran sebagai Konseptor dan Anggota Komite Teknis 35-01)
  5. RSNI3 ISO/IEC 19794-13 Teknologi Informasi – Format Pertukaran Data Biometrik Bagian 5: Data Suara, Jajak Pendapat 12 Februari 2021-14 Maret 2021 (Adopsi Identik, peran sebagai Konseptor dan Anggota Komite Teknis 35-01)

Referensi

  1. Peraturan Menteri Dalam Negeri No.34 Tahun 2014 tentang Spesifikasi Teknis Perangkat Pembaca Kartu Tanda Penduduk Elektronik
  2. The International Conference on Engineering and Information Technology for Sustainable Industry (URL : https://iconetsi.sgu.ac.id/2020/ ) video seminar dapat diakses dari
  3. Representasi Informasi Pada Sidik Jari
  4. Mengenal Penulisan Minutiae Sidik Jari Mengacu pada Standar ISO/IEC 19794-2
  5. Rancangan Standar Nasional Indonesia untuk Produk Biometrik
  6. Analisis jari karyawan BPPT yang kesulitan absen

Tentang Anto Satriyo Nugroho

My name is Anto Satriyo Nugroho. I am working as research scientist at Center for Information & Communication Technology, Agency for the Assessment & Application of Technology (PTIK-BPPT : Pusat Teknologi Informasi & Komunikasi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi). I obtained my doctoral degree (Dr.Eng) from Nagoya Institute of Technology, Japan in 2003. My office is located in Serpong, Tangerang Selatan City. My research is on pattern recognition and image processing with applied field of interests on biometrics identification & development of computer aided diagnosis for Malaria. Should you want to know further information on my academic works, please visit my professional site at http://asnugroho.net
Pos ini dipublikasikan di research. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s