Pertama kali melebihi dua kali puncak pertama

Tanggal 5 Juli 2021 kemarin, pertama kalinya jumlah kasus harian Covid-19 melewati DUA kali puncak pertama. Puncak pertama pada 30 Januari 2021 yang lalu, dengan jumlah kasus 14.518. Sedangkan tanggal 5 Juli 2021 yang lalu, jumlah kasus harian 29.745, melebihi dua kali puncak pertama. Secara sederhana, saya ukur sudut yang dibentuk kedua kasus tersebut. Puncak pertama dimulai dari 1 Mei 2020 hingga 30 Januari 2021, berarti 275 hari. Sedangkan tgl 5 Juli 2021 kemarin dianggap sebagai “puncak”, dimulai dari 15 Mei 2021 berarti 51 hari. Jumlah kasus saya normalisasikan, dikalikan 0.004067 (diperoleh dari 2 bulan/15 ribu kasus) sehingga diperoleh sudut sebesar 12 derajat untuk puncak pertama, dan 65 derajat untuk puncak kedua. Ini hanya perkiraan saja untuk merepresentasikan kenaikan jumlah kasus Covid-19. Perbedaan kasus saat ini dengan puncak pertama adalah varian Covid-19 yang semakin bervariasi, menyebarnya Covid-19 hingga level kluster keluarga, dan gencarnya upaya vaksinasi yang diupayakan pemerintah agar segera merata ke seluruh masyarakat.

Dr. Tauhid Nur Azhar (TFRIC) memberikan masukan : data puncak dan sebaran dapat diintegrasikan dengan empat hal (1) Karakter transmisi virus (khususnya varian baru), termasuk masa inkubasi. Data biologis dan masa inkubasi dapat menjadi acuan prakiraan dinamika kasus yg akan terjadi di suatu wilayah persatuan waktu. (2) Faktor intrinsik dari pejamu (status imunitas dan mobilitas serta pola interaksi) (3) Rekayasa sosial sebagai bagian dari intervensi yang diterapkan. (4) Upaya terapeutik yg meliputi vaksinasi dan metoda kuratif yg dilaksanakan. Dengan kata lain empat faktor yang diperhatikan adalah virus, korban, masyarakat, dan upaya terapeutik. Hal ini sesuai dengan trias epidemiologi : agent, host dan environment, dimana faktor (3) dan (4) diasumsikan jadi satu : environment.

Semoga saja sudut tersebut semakin landai, dan jumlah kasus mulai menurun.

Tentang Anto Satriyo Nugroho

My name is Anto Satriyo Nugroho. I am working as research scientist at Center for Information & Communication Technology, Agency for the Assessment & Application of Technology (PTIK-BPPT : Pusat Teknologi Informasi & Komunikasi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi). I obtained my doctoral degree (Dr.Eng) from Nagoya Institute of Technology, Japan in 2003. My office is located in Serpong, Tangerang Selatan City. My research is on pattern recognition and image processing with applied field of interests on biometrics identification & development of computer aided diagnosis for Malaria. Should you want to know further information on my academic works, please visit my professional site at http://asnugroho.net
Pos ini dipublikasikan di Indonesiaku. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s