Bagaimana mengukur kemiripan logo ?

Sekedar berbagi cerita. Saya sedang mengikuti Workshop AI APEC-DESG : Artificial Intelligence on Intelectual Property Examination di Denpasar Bali. Rencananya berlangsung dari 28 November sampai 2 Desember 2022 (Jumat). Saya dijadwalkan mengisi pada hari Rabu. Tapi ada perubahan jadwal dan jadwal saya diubah jadi Selasa & ditargetkan selesai pk 16.00.

Topik yang saya bawakan, adalah pemakaian Artificial Intelligence untuk mengevaluasi, apakah satu logo yang didaftarkan ke Kemenkumham mirip dengan salah satu logo yang sudah terdaftar. Sebenarnya saya belum pernah mengerjakan tema tersebut, tapi bisa saya jelaskan dengan contoh2 pemadanan citra (text localization, biometrik, dsb) yang pernah saya kerjakan.

Mengukur kemiripan logo, terbagi dalam (setidaknya) 2 bagian : kemiripan teks dan kemiripan gambar. Itu yang saya jelaskan dalam slide saya. Kemiripan teks memakai berbagai teknik Natural Language Processing seperti Edit Distance. Sedangkan kemiripan citra, perlu memakai teknik Image Processing. Diperlukan beberapa langkah seperti : color reduction memakai single-link clustering, multivalued image decomposition, connected component extraction dan seterusnya (lihat paper group Prof. Anil K. Jain). Baru di tahap akhir kedua score difusikan lewat teknik tertentu.

Ada pertanyaan menarik : bagaimana dengan kasus “GOTO” yang baru saja ini menghebohkan. Ada gugatan terhadap Gojek-Tokopedia, bahwa logo mereka sudah dimiliki (terdaftar/registered) oleh PT. Terbit Financial Technology. Tuntutannya juga luar biasa, sebesar lebih kurang Rp 2 trilyun. Pendapat saya, kalau dilhat dari teknik yang saya jelaskan (Natural Language Processing), kedua logo tersebut sama. Akan lebih mudah memakai kecerdasan manusia, bukan artifisial. Karena AI bukan alat serba bisa yang menggantikan manusia. Melainkan hanya membantu manusia dalam kondisi tertentu, untuk mencapai tujuan dg lebih cepat/akurat.

Ada juga ajakan kolaborasi dari rekan-rekan di Bali. Yaitu menggali kekayaan intelektual di Bali mendaftarkannya ke Kemenkumham, dan memakai AI untuk analisa data yang diperoleh. Saya jelaskan, langkah pertama tsb. sangat menarik. Misalnya kita kumpulkan data 3D (tiga dimensi) dari tarian di Bali, itu akan jadi kekayaan luar biasa. STIKOM Bali waktu saya berkunjung ke sana, sudah memulainya. Akan luar biasa hasilnya jika diikuti dengan analisa memakai AI (computer vision) terhadap gerakan tari, dsb. Semoga jadi awal kerjasama baik di masa depan. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kemenkumham (Dirjen Kekayaan Intelektual/DJKI).

Dalam diskusi dengan rekan-rekan, saya mendapat informasi beberapa publikasi terkait, sbb.

  1. Evaluating Similarities in Visual Product Appearance for Brand Affiliation (https://link.springer.com/chapter/10.1007/978-3-030-20441-9_1)
  2. Methodology for designing image similarity metrics based on human visual system models (https://www.spiedigitallibrary.org/conference-proceedings-of-spie/3016/0000/Methodology-for-designing-image-similarity-metrics-based-on-human-visual/10.1117/12.274545.short?SSO=1)
  3. A method for exploring similarities and visual references to brand in the appearance of mature mass-market products (https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0142694X12000221)
  4. Analysis of Visual Elements in Logo Design (https://link.springer.com/chapter/10.1007/978-3-319-11650-1_7)

Video acara tersebut dapat dilihat di bawah. Saya pada waktu berikut : 6:33:00

Iklan

Tentang Anto Satriyo Nugroho

My name is Anto Satriyo Nugroho. I am working as research scientist at Center for Information & Communication Technology, Agency for the Assessment & Application of Technology (PTIK-BPPT : Pusat Teknologi Informasi & Komunikasi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi). I obtained my doctoral degree (Dr.Eng) from Nagoya Institute of Technology, Japan in 2003. My office is located in Serpong, Tangerang Selatan City. My research is on pattern recognition and image processing with applied field of interests on biometrics identification & development of computer aided diagnosis for Malaria. Should you want to know further information on my academic works, please visit my professional site at http://asnugroho.net
Pos ini dipublikasikan di research. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s