awk : memisahkan baris genap dan ganjil

Adakalanya kita ingin memisahkan baris genap dan baris ganjil dari suatu file. Kalau jumlah barisnya sedikit, memisahkan baris genap dan ganjil bisa dilakukan secara manual. Tetapi kalau jumlah barisnya jutaan, hal tersebut tidak mungkin dilakukan secara manual. Bisa saja membuat program kecil untuk membaca baris per baris, kemudian disave ke dua file terpisah, antara baris genap dan baris ganjil. Tetapi kalau anda memakai linux, bisa memanfaatkan awk. Contoh pemakaian awk untuk memisahkan baris genap dan ganjil dapat dilihat pada tampilan berikut:

Screen Shot 2017-07-04 at 3.32.02 PM

File contoh.txt berisi 10 baris. Masing-masing baris berisi satu huruf : a, b, … dan j pada baris ke-10. NR adalah Number of Records Variable, yang menunjukkan banyaknya total baris yang diolah, atau line number.

‘NR%2==0’  artinya, “jika modulo (sisa pembagian) nomer baris dengan 2 = 0”, atau dengan kata lain “jika baris genap”. Demkian juga dengan “NR%2==1” yang berarti “jika baris ganjil”.

Dipublikasi di linux | Meninggalkan komentar

Buku vs e-book

19553932_10155405727974477_4302159986002996893_nBuku teks adalah catatan ilmu luar biasa yg ditulis dg kerja keras, kadang selama bertahun-tahun oleh pengarangnya. “Ada ayatnya”, kata org. Kualitas buku menunjukkan kualitas keilmuan penulisnya.  Foto ini adalah beberapa buku2 saat saya masih kuliah S1: kansuuron (teori fungsi), bibun sekibun (kalkulus), denki kairo (rangkaian elektrik) dsb. Ketika dulu kuliah, adakalanya kami punya lebih dari satu buku untuk satu subject. Harga satu buku sekitar 3000 yen (400 ribu rupiah), setara dengan makan di kantin kampus 10x. Di tahun ajaran baru kami membeli buku2 tsb lewat koperasi kampus.

Tapi jaman sudah banyak berubah. Sekarang jarang melihat mahasiswa yang mau mengeluarkan uangnya untuk membeli buku. Kebanyakan mengandalkan ebook. Kalau benar-benar dibaca dan dipelajari sih tidak mengapa. Tetapi kelemahannya memakai ebook adalah kurangnya rasa keterkaitan emosional kepemilikan dengan buku tsb.,  karena secara fisik tidak kelihatan. Begitu sudah punya ebooknya seringkali  kita lupa bahwa buku itu kalau tidak dibaca ya tidak ada artinya.

Di kelas saya, sering saya lihat mahasiswa membuka HP nya ketika ada quiz  openbook. Sepertinya saking tidak niatnya membaca dg serius, ebook itu hanya disimpan di HP. Hanya dibuka kalau diperlukan saja. Mulai semester depan, kebiasaan membaca ebook lewat HP seperti ini akan saya larang saat quiz.

 

Dipublikasi di kuliah | Meninggalkan komentar

Picture, Video, Audio Data size : 2000-2017

Screen Shot 2017-06-30 at 9.01.05 PM

Grafik di atas adalah ukuran data gambar, video dan audio pribadi saya dari tahun 2000 sampai tahun 2017. Foto, video dan audio saya kumpulkan dalam satu folder bulanan, dan 12 folder per tahun saya kumpulkan di dalam satu folder besar tahunan.  Data di atas mulai dari tahun 2000, karena tahun tersebut, pertama kalinya saya memiliki Digital Camera, sehingga dokumentasi jadi lebih mudah.  Data yang saya kumpulkan belum bersih benar, karena adakalanya foto/video yang tersimpan lebih dari satu kali. Dalam kondisi data yang masih belum terlalu bersih, saya plot ukuran data per tahun dan hasilnya seperti grafik di atas. Data pada tahun 2017

Di awal tahun 2000-an, ukuran data saya relatif kecil. Perkembangan pesat mulai terlihat sejak tahun 2007, saat saya kembali ke Indonesia dan memiliki handphone yang sekaligus berfungsi sebagai digital camera. Akumulasi data 25 GB tercapai pada tahun 2009. Sedangkan akumulasi data berlipat dua, menjadi 50 GB pada tahun 2012. Data berlipat dua dalam kurun waktu tiga tahun (2009 – 2012). Data berlipat dua lagi menjadi 100 GB pada tahun 2014. Sedangkan pada tahun 2016, data saya menjadi 200 GB.  Secara kasar, akumulasi data media saya meningkat dua kali tiap dua tahunan.

Di dunia IT dikenal Moore’s Law yang disampaikan oleh Gordon Moore, yaitu  memprediksi kecepatan komputer meningkat dua kali  tiap dua tahun (jumlah transistor pada luas IC yang sama meningkat dua kali). Saya jadi khawatir, kalau data size saya ikut-ikutan mengikuti polanya Moore’s Law. Perlu menabung untuk kelak siap-siap membeli hard disk external berukuran besar.

Dipublikasi di gado-gado | Meninggalkan komentar