Membeli alat elektronik di Jepang untuk dipakai di Indonesia

Membeli alat elektronik di Jepang untuk dipakai di Indonesia perlu memperhatikan beberapa hal.

  1. Perbedaan tegangan listrik
    1. Umumnya alat elektronik di Jepang dipakai pada tegangan 100V, sehingga kalau dipakai di Indonesia perlu memakai step-down transformer (変圧器トランスフォーマ), yang mengubah tegangan dari 220V ke 100V
    2. Dalam memilih step-down transformer perlu memperhatikan berapa watt daya yang diperlukan alat elektronik tsb. Misalnya CD player yang memerlukan daya sekitar 30W, perlu memakai step-down transformer yang kapasitasnya lebih dari 30 W.
    3. Beberapa alat tertentu memerlukan trafo yang kapasitasnya minimal 2 atau 3 kali dari nilai watt alat tersebut. Misalnya dryer, seterika, alat masak elektronik, penghisap debu, microwave, dsb. Alat-alat ini memakai motor, maupun menghasilkan kalor, sehingga memerlukan daya yang lebih besar. Jadi misalnya dryer yang dipakai 1200W, maka trafo yang diperlukan setidaknya kapasitas daya 3600W. Alat-alat ini tidak direkomendasikan untuk dipakai di luar negeri, karena trafo yang diperlukan akan berukuran sangat besar dan cukup berat.
    4. Yang perlu diperhatikan adalah jika step-down transformer itu dipakai terus menerus, daya yang keluar hanya sekitar 75% dari yang tertulis.
    5. Adaptor yang dipakai di desktop PC kapasitasnya sekitar 300-400W. Tetapi sebenarnya daya yang dikonsumsi tidak senantiasa sebesar itu. Jika pekerjaan yang dilakukan simpel (melihat web, mengetik dokumen, dsb.) daya yang dibutuhkan oleh PC tidak terlampau banyak. Tetapi jika pekerjaan yang dilakukan memerlukan daya yang tinggi (perhitungan kompleks, dsb.), maka daya yang diperlukan akan semakin tinggi, dan alat mudah jadi panas. PC dengan processor Celeron 2.6GHz, misalnya, saat booting memerlukan lebih dari 100 W, tetapi setelah stabil rata-rata hanya mengkonsumsi 70 W. Untuk mengetahui berapa sebenarnya pemakaian dari alat elektronik tsb., dapat dilakukan dengan memakai watt-checker.
    6. Contoh beberapa jenis step-down transformer : 1, 2
  2. Fluktuasi Tegangan
    1. Listrik di Jepang umumnya sangat stabil, tetapi di Indonesia tegangan sering naik turun. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan pada alat elektronik yang dipakai. Walaupun alat yang dipakai sudah tertulis dapat dipakai pada tegangan 100-240V sekalipun, fluktuasi tegangan ini akan tetap berimbas pada alat elektronik yang dipakai. Karena itu jika alat yang dipakai itu jenis sensitif, seperti TV, PC, video dsb. sangat disarankan agar trafo yang dipilih sudah dilengkapi dengan stabilizer (安定電圧供給機能).
  3. Perbedaan frekuensi : listrik di Indonesia 220V/50 Hz, sedangkan di Jepang ada dua jenis : 50Hz (Jepang Timur) dan 60Hz (Jepang Barat). Kebanyakan alat elektronik sekarang dapat dipakai untuk dua jenis frekuensi ini, tetapi ada baiknya diperiksa terlebih dahulu kalau ingin dibawa ke Indonesia.
  4. Televisi Jepang tidak dapat dipakai di Indonesia kecuali multi-system. Sistem pancaran TV di Jepang adalah NTSC (National Television System Committee). Sistem ini dipakai juga di Kanada, Korsel, Philipina, US.  Adapun di Indonesia, sistem yang dipakai berlainan, yaitu PAL (Phase Alternation by Line).
  5. Masukan dari milis ppi-jepang
    1. Baskara : Aspek non-elektroniknya perlu diperhatikan, khususnya bahasa danafter sales, misalnya masalah manual pemakaian yang umumnya berbahasa jepang.Lalugaransi barang2 tertentu (mungkin sebagian besar?) yang hanya berlaku di jepang. Selain itu, menu pada beberapa kamera digital terbaru(pocket type, bukan DSLR) tidak bisa diset ke English (kata seorang penjual kamera di akiba, hanya Canon yang masih bisa multilingual –perlu dicek lagi–)
    2. Danardono Dwi Antono : kalau mau beli barang elektronik yang mau di bawa ke Indonesia sebaiknya pertama pilihlah yang OVERSEAS model bukan DOMESTIC model. Domestic itu untuk dipake Jepang saja dan Overseas di luar Jepang. Ada jenis Digital Still Camera misalnya, yang sama fiturnya antara Overseas Model dan Domestic Model. Namun harga Overseas Model lebih mahal daripada Domestic Model, karena
      1. warranty
        nya berlaku di overseas juga kalau sudah lewat masa berlakunya tetap diterima untuk diservice di service station masing2 maker
      2. On Scree Display nya yang multilingual
      3. begitu pula dengan manualnya. Khusus untuk TV dan Camcorder (Camera-Recorder), perlu pula dicek Broadcast/Color System (PAL/SECAM/NTSC), etc.Biasanya maker punya catalog khusus untuk overseas model ini. Sehingga bisa dicek termasuk power supply 100-240V, frequency 50/60 Hz, color system, channel system, dan broadcasting system
        yang bisa dipake.
    3. Baskara
      Idealnya memang pilih yang overseas model. Akan tetapi, harga dan variasi model menjadi pertimbangan tersendiri. Selisih harga antara model overseas dan model domestik yang pernah saya bandingkan, terutama produk Sony) bisa antara 10-20% (tidak perlu auh2 membandingkannya, cukup berjalan beberapa meter di dalam toko). Meskipun ada embel2 duty free (buat yang baru tinggal < 6 bulan), tetap lebih mahal yang model overseas. Jumlah model juga terbatas. Saya kalau mengantar orang belanja barang elektronik, saya tanya dulu, butuh manualnya atau tidak? Kalau tidak butuh, atau manualnya bisa didownload (yang english version), saya sarankan ambil yang versi domestik daripada yang overseas (tegangan masukan sama2 dalam range yang sama). Tapi sekarang sejak bahasa yang dipakai dalam menu juga dilokalisasi, tampaknya perlu ganti siasat. 😀

Referensi

  1. http://www.devicenet.co.jp/store/henatsu/trance.html
Iklan

Tentang Anto Satriyo Nugroho

My name is Anto Satriyo Nugroho. I am working as research scientist at Center for Information & Communication Technology, Agency for the Assessment & Application of Technology (PTIK-BPPT : Pusat Teknologi Informasi & Komunikasi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi). I obtained my doctoral degree (Dr.Eng) from Nagoya Institute of Technology, Japan in 2003. My office is located in Serpong, Tangerang Selatan City. My research is on pattern recognition and image processing with applied field of interests on biometrics identification & development of computer aided diagnosis for Malaria. Should you want to know further information on my academic works, please visit my professional site at http://asnugroho.net
Pos ini dipublikasikan di living in Japan, persiapan pulang. Tandai permalink.

16 Balasan ke Membeli alat elektronik di Jepang untuk dipakai di Indonesia

  1. Sarjono berkata:

    assalaualaikum ww.

    ini mau beli baru atau bawa yg sudah ada di rumah?
    untuk yg gedhe2, macam kulkas, tv, mesin cuci, kayaknya koq enak beli di sana aja. rasanya jg gk terlalu mahal. apalagi bila masih bisa bawa ‘Jeng Yeni’ yg gemuk.

    pengalaman saya, kalau barang itu dipakai umum di rumah sana, kadang ada saja yg salah nyolokin ke 220V. buyar langsung.
    kl kamera, handycam, stereo pribadi, komputer, mp3 player yg kecil2 gituan sih kayaknya gk apa2. asal dipegang sendiri. kl udah banyak tangan yg usil, ampun dech utk yg hanya 100V-an.

    utk step-down yg dayanya kecil, bisa beli yg elektronik aja. simpel, tp cukup mahal bila dibandingin beli tranformer di Indonesia.

    http://www.rakuten.co.jp/kaigai/609222/877845/673508/#570463

    saran saya,
    kalau rumahnya baru, lebih baik peralatan elektroniknya juga baru semua. jadi lebih betah dan nikmat tinggal di rumah.
    hehehe…

    wassalam,
    sarjono

  2. Thanks mas Sarjono. Saya sudah lihat trafo yg direkomendasikan (Nissyo TP-822). Relatif murah ya, dibandingkan dengan link pada artikel saya.

    Pengalaman pulang pertama pada tahun 95, membawa saya pada kesimpulan yang sama : lebih baik bawa jeng Yeni. 🙂

  3. Jackson berkata:

    Hallo mas Sarjono.. salam kenal.
    Apa sich perbedaannya kalau saya beli barang electronics dari luar yang frek. 60 Hz / 220V bila saya pakai di Indonesia yang frek 50 Hz / 220V.
    Apakah ada pengaruhnya tidak mas?
    Tolong Jelaskan dong mas biar saya ngak salah beli ?

    Thank’s

    jackson

  4. Sarjono berkata:

    hmm… lho koq nodong ke saya. susah nih njawabnya 😉

    kira2 gini lho.
    peralatan elektronik yg dijual biasanya sudah disetting sesuai dengan aliran listrik lokal. dan frekuensi (maksudnya jumlha tegangan (arus) listrik – dan + setiap detik yg dihasilkan oleh generator / PLN) ini umumnya dipakai sebagai acuan timer yg dipakai di beberapa peralatan elektronik. tidak semua lho ya.

    * yg bisa makai 50Hz / 60Hz, misalnya: tv, radio, stereo, video, vacuun cleaner, toaster, bolam.

    * bisa dipakai, tp kemampuan motornya bisa menurun, misalnya: kulkas, kipas angin, AC

    * yg gk bisa dipakai, misalnya: microwave, mesin cuci, lampu neon.

    kira2 begitu ‘kali.

    tp lebih baik nanya dulu ke penjualnya. atau baca dulu katalog / buku panduan peralatan tersebut.

    semoga membantu, dan
    salam kenal balik, mas jackson.

    sarjono

  5. Yati berkata:

    Salam kenal mas, saya baca tulisan mas Anto dari email yang dikirim suami. Minta ijin tulisannya saya posting di blog saya yaa…(nyuwun ngapunten sudah terlanjur posting baru kulonuwun)

  6. Salam kenal mbak Yati.
    Silakan saja, mbak. Syukurlah kalau tulisan saya bisa bermanfaat bagi orang lain.

  7. stefanus berkata:

    mas anto… saya mau tanya dong…. saya pernah denger dari orang2 kalo di jepang barang2 tuh lebih murah jauh… terutama kaya alat2 sperepart mobil…. bener gak sih? terus ada beberapa orang yang sering pesan barang dari jepang untuk dijual di Indo… kalo bener saya kira2 juga bisa gak yah? mas saya juga minta tolong dong… cara untuk mesen barang2 itu dimana sih? situsnya mungkin… terutama yang tentang sparepart….. makasih yah mas Anto.. ini alamat email saya stefsus_tiberias@yahoo.co.id

  8. Wah, maaf mas Stefanus. Saya tidak tahu sejauh mana kebenaran berita itu, karena tidak pernah beli sparepart mobil di sini. Mobil juga nggak punya. Setir mobil pun saya belum bisa, karena belum sempat belajar. Belajar setir di Jepang sangat mahal, sekitar 200 ribu yen (15 juta rupiah).

  9. azhar lageranna berkata:

    asslamu alaikum.saya pelajar indonesia yang homestay di hokkaido saya ingin membeli Play Station 2.apakah bisa dipakai di Indonesia dan bagaimana prosedur dengan masalah kelistrikan di Indonesia.Mohon dijawab,kak.jawaban kakak sangat mempengaruhi keputusan saya dalam membeli game ini buat oleh2 untuk adik saya tercinta di makassar.wassalamu alaikum.

  10. dian berkata:

    salam kenal mas anto..
    saya baru membeli barang jepang monitor tft lcd yang bisa sekaligus tv.
    masalahnya waktu dinyalain biarpun sudah autosearch tune-nya masih tetap saja tidak ada siaran yang berhasil ditangkap.
    apa benar jika tv tersebut sistemnya ntsc berarti tidak bisa dipakai di indonesia ya?
    kira-kira ada cara lain kah..?

  11. Mbak/Mas Dian, memang benar kalau TV Jepang tidak bisa dipakai di Indonesia. Indonesia memakai PAL, sedangkan Jepang NTSC. Kecuali kalau TV yang dibeli di Jepang itu multi-system, tapi ini mahal…he he

  12. wawan berkata:

    hallo bos, sukses selalu yaa. satu pertanyaan saja. rakuten yang berbahasa english apa website nya? thanks bos, GOD BLESS U

    Jawab:
    Tidak ada versi bahasa Inggrisnya. Hanya ada bhs. Jepang : http://www.rakuten.co.jp/index.html

  13. Deko berkata:

    Salam kenal ..
    Saya penggemar tanaman.kalo dijepang kan terkenal pohon sakura ya.. kira bisa ga ya saya pesan bibit sakura atau biji adenium ( sejenis pohon kamboja)..

  14. Riffandy berkata:

    Mas Anto (khususnya) dan teman2 lain (pada umumnya)…
    Saya tgl 19-23 Des’07 nanti akan berada di Jepang.Ada rencana mau beli handycam,camera digital,HP Nokia E90 dan gamer machine (PS3,dll)u anak2 (atau ada ide oleh2 yg lain yg hrg nya lebih murah dibanding hrg disini?). Apakah barang2 diatas harganya pasti lebih murah dari harga di Indo?Rata2 murah berapa %?Dan apakah no problem digunakan di Indonesia?O ya tgl diatas lg musim apa ya?Apa winter?Thanks banget u semua atensi.

    Riffandy

  15. evan berkata:

    mas,saya mw tanya

    kira-kira cara komunikasi dari Jepang ke Indonesia gimana ya mas?
    asumsi di indonesia keluarga saya tidak punya internet
    kemudian apakah hp dari indonesia tidak bisa dipakai di jepang mas?
    sebaiknya saya bawa hp dari indonesia atau beli disana saja mas?

    kemudian kira2 berapa harga HP di jepang mas?
    klo notebook gt berapa ya mas?

    mohon bantuannya mas

  16. iratama berkata:

    q blh tnya gak
    mengapa tegangan pada peralatan elektronika selalu tertulis tegangan 220 V
    q mohon bantuan ya untuk menjawab pertanyaan q ?????????????????????????

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s