Permendagri No.72 tahun 2022

Saya baru dapat informasi, bahwa Peraturan Menteri Dalam Negeri no.72 tahun 2022 yang mencantumkan SNI ISO/IEC 19794-2 dan standar yang lain, yang kami siapkan di Komtek 35-01 Teknologi Informasi. Permendagri 72 / 2022 ttg spek teknis chip ktp el dan identitas digital, maka juga sebagai regulasi payung dg pengujian perangkat ktp el oleh BRIN dan BSSN (halaman 8 pasal 3, halaman 10 pasal 7, halaman 17 pasal 22). Permendagri ini bertanggalkan 1 April 2022. Dalam pengetahuan saya, ini peraturan kedua (yg pertama : Permendagri No.76 tahun 2020) yang mewajibkan SNI sebagai acuan dalam penulisan data di chip KTP elektronik.

Kebetulan saya bertugas sebagai ketua Working Group Biometrik, Komite Teknis 35-01 Teknologi Informasi di BSN yang bertugas mengkonsep, menyiapkan standar terkait biometrik. Standar biometrik yang sudah kami siapkan adalah:

  1. SNI ISO/IEC 2382-37:2017 Teknologi Informasi – Kosakata – Bagian 37:Biometrik, ditetapkan lewat Keputusan Kepala BSN No. 171/KEP/BSN/4/2019, 26 April 2019, https://komtek3501.id/sni/ (Adopsi Identik, peran sebagai Konseptor dan Anggota Komite Teknis 35-01)
  2. SNI ISO/IEC 19794-2 Teknologi Informasi – Format Pertukaran Data Biometrik Bagian 2: Data Minutiae Jari, ditetapkan lewat Keputusan Kepala BSN No. 56/Kep/BSN/3/2020, 19 Maret 2020 (Adopsi Identik, peran sebagai Konseptor dan Anggota Komite Teknis 35-01)
  3. SNI ISO/IEC 19794-4 Teknologi Informasi – Format Pertukaran Data Biometrik Bagian 4: Data Citra Jari, ditetapkan lewat Keputusan Kepala BSN No. 57/Kep/BSN/3/2020, 19 Maret 2020 (Adopsi Identik, peran sebagai Konseptor dan Anggota Komite Teknis 35-01)
  4. SNI ISO/IEC 19794-5:2011 Teknologi Informasi – Format Pertukaran Data Biometrik Bagian 5: Data Citra Wajah, ditetapkan lewat Keputusan Kepala BSN No. 780/KEP/BSN/12/2020, 30 Desember 2020 (Adopsi Identik, peran sebagai Konseptor dan Anggota Komite Teknis 35-01)
  5. SNI ISO/IEC 19794-13 Teknologi Informasi – Format Pertukaran Data Biometrik Bagian 13: Data Suara, ditetapkan lewat Keputusan Kepala BSN No. 139/KEP/BSN/4/2021, 23 April 2021(Adopsi Identik, peran sebagai Konseptor dan Anggota Komite Teknis 35-01)
  6. SNI ISO/IEC 19794-6 Teknologi Informasi – Format Pertukaran Data Biometrik Bagian 6: Data Citra Iris, ditetapkan lewat Keputusan Kepala BSN No. 345/KEP/BSN/8/2021, 24 Agustus 2021(Adopsi Identik, peran sebagai Konseptor dan Anggota Komite Teknis 35-01)

SNI sifatnya tidak diwajibkan. Kebetulan SNI yang kami siapkan mengenai biometrik diwajibkan untuk KTP elektronik oleh Permendagri No.76 tahun 2020 dan Permendagri No.72 tahun 2022. Hal itu yg saya sampaikan di Australia secara online dengan judul : Implementation of Biometrics Standards for Indonesian e-ID Card, join Standards Australia with thema “Incubating Capacity for Critical and Emerging Technology Standards for Safety, Security and Trade”, 25 October 2021. Hal ini sudah saya tuliskan di blog saya : https://asnugroho.wordpress.com/2020/05/06/dua-standar-nasional-biometrik-akhirnya-ditetapkan/

Semoga bermanfaat. πŸ™

Dipublikasi di catatan kerja | Meninggalkan komentar

Dik Mbul utak-atik zoom

Pagi ini agak heboh. Saya sedang siap2 memimpin rapat rutin di kantor. Begitu membuka zoom, ternyata wajah saya jadi seperti di foto. Ini gara-gara dik Mbul yang main-main dengan zoom saya, ingin agar bapaknya tampil “ganteng” πŸ˜…πŸ˜­

Saya tanya emak AlTik : ini cara menghilangkannya bagaimana ? Kemudian dipandu setahap demi setahap, hingga akhirnya saya jadi tidak ganteng lagi. Alhamdulillah…….dik Mbul harus dijewer kalau pulang besok.

Dipublikasi di coffee morning | Meninggalkan komentar

Identifikasi dan Verifikasi pada Pengenalan Wajah

Belakangan ini teknologi pengenalan wajah (biometrik) mendapat perhatian karena dipakai untuk menemukan identitas pelaku pengeroyokan Ade Armando [1][2]. Pengenalan wajah adalah statistical process, yang selalu mengandung peluang error sekecil apapun. Sehingga peluang (probabilitas) ini perlu diperhatikan agar tidak menyebabkan kejadian yang tidak diinginkan.

Ada dua cara melakukan pemadanan wajah :
1. Verifikasi : pengguna meng-claim suatu identitas (misalnya foto wajah, sidik jari, dsb) dan sistem akan memastikan apakah claim tersebut benar (genuine) atau tidak
2. Identifikasi : berusaha menjawab pertanyaan “apakah anda benar si A yang diketahui oleh sistem ?”

Verifikasi memanfaatkan pemadanan 1:1, sedangkan Identifikasi memakai pemadanan 1:N. Pada saat verifikasi dilakukan dua tipe error yang mungkin terjadi adalah False Match (Type I Error) dan False Non Match (Type II Error). Sedangkan saat identifikasi dilakukan, error yang mungkin terjadi False Positive Identification (Type I Error) dan False Negative Identification (Type II Error).

Dalam identifikasi pelaku pengeroyokan Ade Armando, sepertinya dilakukan memakai metode identifikasi [2]. Tantangan antara verifikasi dan identifikasi berbeda. Identifikasi jauh lebih sulit. Tingkat error identifikasi sangat dipengaruhi oleh N (banyaknya data di gallery), apalagi misalnya memakai data KTP-el (N sekitar 200 juta). Kasus-kasus dimana kesalahan identifikasi terjadi dapat dibaca di [3]

Contoh lain identifikasi dan verifikasi adalah proses deduplikasi data penduduk. Saat seseorang membuat KTP-elektronik, akan direkam data sidik jari, selaput pelangi, wajah dan tanda tangan kemudian dibandingkan dengan data penduduk yang telah terekam. Berarti proses deduplikasi memakai teknik identifikasi (pemadanan 1:N). Sedangkan pemanfaatan reader KTP elektronik, penduduk diminta menaruh KTP-el pada reader, kemudian sidik jarinya dipindai dan dibandingkan dengan data yang tersimpan dalam chip KTP elektronik. Dalam hal ini memakai teknik verifikasi (pemadanan 1:1).

Tulisan lain terkait dengan hal ini dapat dibaca antara lain pada [4][5].

Referensi

  1. https://inet.detik.com/science/d-6031349/apa-itu-teknologi-face-recognition-di-kasus-pemukulan-ade-armando?
  2. https://metro.tempo.co/read/1581880/face-recognition-pengeroyok-ade-armando-salah-orang-ini-penyebabnya?
  3. β€œMore than zero : accounting for error in latent fingerprint identification,” Simon A. Cole, Journal of criminal law & criminology, Vol.95, No.3, pp.985-1078 (2005)
  4. https://asnugroho.wordpress.com/2018/03/29/data-ganda-duplikat-dan-ktp-el-ganda-adalah-dua-hal-yang-berbeda/
  5. https://asnugroho.wordpress.com/2016/01/26/dua-jenis-error-pada-mesin-presensi/
Dipublikasi di research | Meninggalkan komentar