Huruf apa yang paling sering muncul di bahasa Indonesia ?

Di kuliah teknologi multimedia, saya menjelaskan tentang konsep entropy coding. Simbol yang paling sering muncul harus di-encode dengan kode yg dengan bit-length paling pendek, sedangkan yang semakin jarang munculnya, memakai bitlength yg makin panjang. Saya bahas di kelas, huruf apa yg sering muncul dalam bhs Inggris. Dari literatur, diketahui bahwa huruf yang paling sering muncul dalam kata bahasa Inggris adalah E, diikuti T, A, I, N, O, S dan seterusnya. Paling jarang muncul adalah Z. Morse memakai informasi untuk mengkonstruksi kode Morsenya. Huruf paling sering muncul di-encode dengan simbol yang relatif pendek, vice versa.
Kemudian saya tanyakan ke kelas, bagaimana dengan bahasa Indonesia ? Huruf apakah yang paling sering dipakai ? Saat itu anak-anak tidak ada yg bisa menjawab. Saya juga belum pernah menghitungnya. Pagi ini saya coba menjawab pertanyaan itu, dengan memakai teks pada bahasa Indonesia. Salah satu yg saya temukan, adalah novel Khopinghoo : Sepasang Pedang Iblis, jilid 007. Dengan membuat satu baris command di linux, akhirnya ketemu juga urutan frekuensi pemakaian huruf dalam kata-kata bahasa Indonesia. Urut dari yang paling sering :
a, n, e, i, k, u, t, m, g, r, d, s, l, h, p, b, y, o, j, w, c, f
Yang belum muncul : q, v, x dan z.
Tentunya ini baru dari 1 novel saja. Perlu dicoba dengan data yg lebih besar agar mendapatkan urutan yang akurat.

Screen Shot 2017-04-22 at 8.51.45 AM

Dipublikasi di kuliah, research | Meninggalkan komentar

unjuk jari sesudah mencoblos di Pilkada

Pilkada DKI yang gegap gempita. Semoga siapapun pemenangnya akan bekerja sebaik-baiknya. Dan terima kasih kepada Pak Ahok & Pak Djarot yang selama ini telah berjuang membangun DKI. Semoga dibalas Allah SWT.

Saya perhatikan di timeline, begitu selesai mencoblos banyak rekan-rekan yg memotret jari yang telah dicelup dengan tinta. Dari sisi biometrik, saya koq agak khawatir. Karena begitu ada warna ungu, kemudian jadi fokus di depan kamera, garis-garis pada sidik jari jadi terlihat jelas. Sebaiknya diupayakan agar kamera jangan terlalu dekat, jangan terlalu fokus, agar garis pada jari jangan sampai ter-capture dengan bagus. Pola pada sidik jari kalau terlihat dengan jelas, bisa dipakai pihak lain untuk berbuat kejahatan.

Selamat finger-fie

Dipublikasi di Indonesiaku, research | Meninggalkan komentar

Pribumi

Wajah dan nama saya menunjukkan kalau saya Jawa asli. Tetapi kalau melihat garis leluhur ada nenek saya yang berasal dari Manado. Jadi saya bukan Jawa asli.

Dari sisi biologi, mitokondria bisa dipakai untuk melacak garis keturunan nenek moyang lewat garis ibu. Penelitian genetika di Lembaga Biologi Molekuler Eijkman melaporkan bahwa kita semua bangsa imigran [1]. Imigrasi ke Indonesia berlangsung 4 kali, sejak 60 ribu tahun yang lalu. Jadi istilah “pribumi” itu sebenarnya tidak jelas acuannya, karena kita semua imigran. Membahas pribumi vs non pribumi tanpa mendefinisikan garis batas-nya akan membuat kita berdebat tak berujung dan pangkal. Manfaatnya juga tidak ada. Sama sekali tidak produktif.

Lebih baik kita fokus pada apa yang bisa kita perbuat dan sumbangkan sebaik-baiknya. Siapapun kita, apapun suku bangsa dan etnis kita, apa pun agama kita.

 

  1. https://m.tempo.co/read/news/2017/01/30/061841121/inilah-nenek-moyang-kita-4-gelombang-migrasi-ke-indonesia
Dipublikasi di coffee morning | Meninggalkan komentar