Kegiatan MBKM di Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi BPPT

Merdeka Belajar Kampus Merdeka atau disingkat MBKM merupakan program yang diinisiasi oleh Kementrian Kebudayaan sesuai Permendagri No 3 Tahun 2020 [1]. Kampus membina kolaborasi dengan lembaga/institusi dimana mahasiswa yang ingin melakukan kegiatan penelitian, bisa melakukannya di institusi tersebut.

Kami menerima permintaan dari beberapa kampus yang ingin melakukan MBKM. Untuk menindaklanjuti permintaan tersebut, sesuai peraturan, Memorandum of Understanding (MoU) dibuat antara kampus dengan Biro Hukum, Kerjasama dan Hubungan Masyarakat (HKH) BPPT. Sedangkan Perjanjian Kerja Sama (PKS) diarahkan untuk dikelola oleh Pusbindiklat BPPT dengan menyertakan Pusat di BPPT yang diajak bekerjasama.

Salah satu kampus yang mengajukan MBKM ke Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (PTIK) BPPT adalah Universitas Jenderal Soedirman. Setelah diskusi antara kedua belah pihak, MoU dibuat antara BPPT dengan UnSoed, bertanggalkan 1 Maret 2021. Selanjutnya Perjanjian Kerjasama (PKS) didiskusikan lebih lanjut antara Fakultas Teknik Unsoed dengan Pusbindiklat BPPT pada tanggal 27 April 2021.

Sambil menunggu penyelesaian PKS, kegiatan MBKM di PTIK mulai dilaksanakan. Kebetulan Unsoed berminat dengan penelitian biometrik yang kami lakukan. Kegiatan penelitian kami yang dibantu oleh Unsoed adalah pengembangan sistem anti-spoofing untuk sistem pengenalan wajah. Untuk mengikuti MBKM ketentuan saya : mahasiswa tersebut harus bagus (setidaknya) dalam pemrograman Python, pengolahan citra (image processing) dan pengenalan pola (pattern recognition). Dua mahasiswa mengikuti kegiatan tersebut : Syafrudin Rais Akhdan dan Muhammad Ghifari Zuhir. Mulai dari 31 Maret 2021, diskusi rutin kami selenggarakan tiap hari Selasa pk 16.00-selesai. Biasanya diskusi selesai pk. 17.00. Dalam diskusi tersebut, mahasiswa melaporkan perkembangan risetnya sedangkan kami memberi masukan/arahan. Saya sebagai pembimbing dari BPPT, sedangkan pembimbing dari UnSoed adalah Prof. Retno Supriyanti. Idealnya kegiatan MBKM dilakukan di PTIK BPPT. Karena masa pandemi, kami izinkan kepada mahasiswa Unsoed untuk melakukan penelitiannya di kampus mereka. Setelah 3 bulan berlangsung, akhirnya pada tanggal 6 Juli 2021 mereka maju seminar atau sidang. Dua penelitian mereka telah dirangkum dan disubmit ke salah satu International Conference dan baru saja kami mendapat informasi bahwa paper mereka diterima (accepted) dengan sedikit perbaikan.
1. Liveness Detection with Image Quality Assessment, Muhammad Ghifari Zuhir, Retno Supriyanti, Anto Satriyo Nugroho, diterima untuk publikasi di International Conference on Engineering, Technology, and Innovative Researches (ICETIR2021)
2. Face Recognition with Anti Spoofing Eye Blink Detection, Syafrudin Rais Akhdan, Retno Supriyanti, Anto Satriyo Nugroho, diterima untuk publikasi di International Conference on Engineering, Technology, and Innovative Researches (ICETIR2021)

Selain paper untuk publikasi di media internasional, kedua karya mahasiswa tersebut sedang diajukan hak ciptanya. Penelitian tersebut juga mendapat penghargaan sebagai salah satu pemenang hibah riset/penelitian MBKM dari Fakultas Teknik Universitas Jenderal Soedirman (No. B/2180/UN23.12/PM.00.01/2021).

Bagi kami di PTIK kegiatan MBKM terasa manfaatnya. Keterbatasan SDM di PTIK dapat terbantu dengan masuknya peneliti-peneliti dari perguruan tinggi. Orientasi kegiatan di BPPT memang sedikit berbeda dengan di perguruan tinggi. Kalau di perguruan tinggi, tekanannya pada kontribusi kebaharuan di sisi akademik, sedangkan di BPPT tekanannya lebih ke arah inovasi, bagaimana teknologi bisa dibawa ke arah hilir, agar cepat bermanfaat bagi masyarakat. Semoga MBKM semakin terasa manfaatnya di masa depan.

Gambar 1 Seminar penelitian mahasiswa Unsoed dalam program MBKM di PTIK BPPT tanggal 6 Juli 2021

Referensi

  1. https://kampusmerdeka.kemdikbud.go.id/
Dipublikasi di catatan kerja | Meninggalkan komentar

Standar Nasional Indonesia Data Suara

Alhamdulillah Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk format pertukaran data biometrik telah diterbitkan oleh BSN, yaitu SNI ISO/IEC 19794-13:2018 Teknologi Informasi – Format Pertukaran Data Biometrik – Bagian 13: Data Suara. Ditetapkan 23 April 2021. Standar ini adalah SNI ke-5 yang kami hasilkan di bidang biometrik. Sedangkan standar ke-enam : Format Pertukaran Data Biometrik – Bagian 6: Data Citra Iris, sudah selesai jajak pendapat dan dalam proses ditetapkan sebagai SNI. Working Group Biometrik terdiri dari saya, pak Meidy, pak Oskar dan bu Nuri (Kominfo).

Dipublikasi di catatan kerja | Meninggalkan komentar

Angka Kredit Perekayasa terbit

Alhamdulillah, hari ini nilai PAK (Penilaian Angka Kredit) saya sudah keluar. Nilai yang diterima/lolos adalah 53.235, atau 48.6% dari yang diusulkan.

Kalau mengikuti sosialisasi Permenpanrb No.14 tahun 2021, disebutkan Capaian Angka Kredit Perekayasa ditetapkan paling tinggi 150% dari target Angka Kredit Minimal. Untuk golongan IV-c target angka kredit minimal tiap tahun 37.5. Berarti tambahan angka kredit saya, maksimal 150% x 37.5 = 56.25. Angka Kredit yang saya terima tahun ini 53.235 atau lebih kurang 94.6%. Alhamdulillah 😀 Walaupun sayang, untuk pengembangan profesi (2 HAKI + 8 paper) dari usulan 42.75, yang diloloskan cuma 24.625. Tapi sudah cukup untuk kenaikan tingkat (kalau kelak naik tingkat), yang minimal 12 poin.

Dipublikasi di bppt, coffee morning | Meninggalkan komentar