RRLL (Rambu-rambu Lalu Lintas)

Rambu-rambu lalu lintas memang menarik untuk dicermati. Banyak hal yang bisa dibaca dari tulisan atau kode yang tertera di pada rambu-rambu tersebut. Kalau di posting sebelumnya, saya pernah tuliskan mengenai jarak tempuh vs waktu tempuh, pagi ini di milis SMA ada posting menarik dari mas Andut. Foto di atas dibuat oleh mas Andut (Andi Wibowo@Rodajati). Rambu lalu lintas ini sudah terpasang sejak kira-kira empat bulan yll. (berarti sekitar bulan Maret 2007).

Komentar:

  1. Membuat singkatan kata sepertinya hobby yang unik dari orang Indonesia. Banyak sekali kosa kata berupa singkatan yang lazim dipakai dalam hidup sehari-hari. Seperti contoh pada papan itu: “Korban MD”, “Korban LB”, “Korban LR”. Saya nggak faham, “MD”, “LB”, “LR” ini kepanjangan dari kata-kata apa. Bagi orang Indonesia yang lama tinggal di LN, saat kembali ke tanah air, akan mengalami kebingungan seperti halnya saya, dengan singkatan-singkatan yang membingungkan. Hobby membuat singkatan ini menyebabkan kesulitan tersendiri, saat kita mengajar bahasa Indonesia kepada orang asing. Ternyata banyak sekali singkatan yang dipakai di bahasa kita. Bahkan singkatan dari sebuah singkatan pun banyak ditemui. Misalnya “AMD” (ABRI Masuk Desa), “Sat.Lantas” seperti pada papan di atas, dsb. Perlu lebih dari satu tahap, untuk menjelaskan arti dari sebuah singkatan. Mengapa bangsa kita hobby membuat singkatan ya ? Untuk kepraktisan ataukah sekedar sebuah kemalasan ?
  2. Hal kedua yang dibaca dari papan di atas: kita tidak menyukai detail dalam memberikan informasi. Sebagaimana ulasan rekan saya di milis, “…sampai sekarang” itu tidak jelas artinya. Apakah sampai bulan Maret 2007 saat papan itu dipasang, sampai hari saat foto itu dibuat, atau sampai kapan pun ? Mestinya harus ada kejelasan sampai kapan, atau per tanggal berapa data itu diupdate. Misalnya “1 Januari s/d 26 Juli 2007” tentunya lebih jelas dan informatif. Saya jadi teringat kritik dari sensei mengenai email seorang mahasiswa yang mengundang untuk suatu acara. Si mahasiswa menuliskan kira-kira : “Siang ini pk.13.00 diharap semua berkumpul di kelas”. Dia dapat teguran, karena tidak menuliskan tanggal/hari-nya. Email bisa saja datang terlambat, dan jika saat itu pesan di atas baru terbaca, tentunya akan membingungkan. Ternyata hal ini banyak juga ditemui di buku dan paper. Misalnya disebutkan “Akhir-akhir ini, banyak penelitian yang …”. Kata “akhir-akhir ini” kurang informatif, apalagi kalau paper itu dibaca 10 tahun sesudahnya.
  3. Ketiga : kurang teliti dalam berhitung. Pada papan di atas tertulis “Jumlah: 160, Korban MD: 13, Korban LB:18, Korban LR:200”. Jumlah itu kalau diartikan sebagai “total”, seharusnya 13+18+200=231, dan bukan 160. Selisih 71 itu kemana yah ? Ataukah saya yang salah tafsir ? AAG …he he he

Note:

AAG: Au Ah Gelap 😀

Tentang Anto Satriyo Nugroho

My name is Anto Satriyo Nugroho. I am working as research scientist at Center for Information & Communication Technology, Agency for the Assessment & Application of Technology (PTIK-BPPT : Pusat Teknologi Informasi & Komunikasi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi). I obtained my doctoral degree (Dr.Eng) from Nagoya Institute of Technology, Japan in 2003. My office is located in Serpong, Tangerang Selatan City.Since 2015, I was appointed as Program Director of R&D activities in Intelligent Computing Laboratory (former name: Digital Signal Processing Laboratory). The activities in the laboratory are organized into three groups : (i) Natural Language Processing (ii) Multimodal biometrics Identification (iii) ICT solution for Tropical Disease. I also enjoy to teach the students, as a part time lecturer in Swiss German University Serpong & UNS Sebelas Maret Surakarta. Should you want to know further information on my academic works, please visit my professional site at http://asnugroho.net
Pos ini dipublikasikan di Indonesiaku. Tandai permalink.

7 Balasan ke RRLL (Rambu-rambu Lalu Lintas)

  1. k'baca berkata:

    yang 71 dikorupsi………!!!! \diamondsuit
    Coba kalau 9 hasilnya pasti 17

  2. s4bri_fisip berkata:

    KORBAN MD = KORBAN MENINGGAL DUNIA
    KORBAN LB = KORBAN LUKA BERAT
    KORBAN LR = KORBAN LUKA RINGAN

    Kalo menurut saya, si pembuat informasi ini tidak terkait dengan budaya malas, atau ingin lebih praktis. Saya lebih condong menganggap bahwa dia ingin “HEMAT”. Dengan biaya se-minim mungkin (ukuran papan yg kecil dan cat yg terbatas-sesuai yg sudah dianggarkan), dia tetap ingin menyampaikan informasi nya dengan lengkap. Cuma sayangnya dia tidak memakai singkatan yg baku, alias pake singkatan versi dia sendiri sehingga orang lain belum tentu tau apa yg dia maksud. 😀 yg penting dapet proyek laaah gimana jadinya tuh proyek, trus gimana manfaat proyek tersebut bagi publik, si pembuat gak mau tau laaah heuheuheuheuheu. Masih untung proyek ini “sekedar” informasi saja.
    Bayangkan jika pembangunan jalan atau bahkan jalan tol yg ratusan kilometer. Dengan berani mereka “menyingkat” material nya…kadar pasir nya, semennya, kerikilnya atau apanya laaah “disingkat” (baca=dikurangi). “Disingkat” 1 cm saja, bila dikalikan dengan ratusan kilometer sudah merupakan keuntungan yg luar biasa. Inilah sebabnya tak berapa lama kemudian jalan banyak yg berlubang atau ada juga yg retak akibat tak sesuai dengan aturan pembangunan yg seharusnya. Budaya “Menyingkat” yg seperti inilah yg sedang menggejala di tanah air kita bung..:D
    Sebagian dari kita memang bisa bersaing dalam hal knowledge & technology dengan bangsa lain tapi sampai saat ini sebagian besar bangsa kita masih sulit bersaing dalam hal good ATTITUDE seperti kejujuran, kedisiplinan, kebersihan, kepercayaan dan lain sebagainya….so, bagaimana kita DOBRAK semua ini dan menata perdaban kita lebih baik? pertanyaan yg saya sendiri sulit menjwabnya….:D maaf…siapa tau ada diantara anda yg bisa menjawabnya pasti akan sangat menarik diskusi kita…thanks…

  3. Ping balik: Orang Indonesia (ternyata) suka hal-hal yang detail « Corat-coret Anto S. Nugroho

  4. dennyhermawanto berkata:

    Mungkin kode-kode itu sudah diajarkan pada waktu kursus mengemudi dan diujikan saat ujian untuk mendapatkan SIM, tapi…….

  5. preaxz berkata:

    Itu bukan rambu, cuma sekedar papan informasi

    masalah singkatan sih memang sudah jadi budaya buruk di republik ini. huh …

  6. bagoes berkata:

    melihat informasi yg tampil tsb di atas smoga para pengendara jadi termotifasi dalam artian ” jangan sampai kita ataupun rekan kita ” menjadi dartar tambahan di situ, amien…..x3

    karena kebetulan saya juga mengurusi beberapa teman yg bekerja sebagi Driver kendaraan besar

    tks,

    salam

  7. swaz234 berkata:

    Ketiga : kurang teliti dalam berhitung. Pada papan di atas tertulis “Jumlah: 160, Korban MD: 13, Korban LB:18, Korban LR:200″. Jumlah itu kalau diartikan sebagai “total”, seharusnya 13+18+200=231, dan bukan 160. Selisih 71 itu kemana yah ? Ataukah saya yang salah tafsir ? AAG …he he he

    160 kali kejadian.
    sebagai contoh bila terjadi sebuah bis sedang berisi 50 penumpang bertabrakan dengan sebuah minibus dengan 5 penumpang. dari penumpang bis luka ringan 10 orang dari minibus luka ringan 2 orang.
    jadi 1 kecelakaan bisa menghasilkan 12 orang luka ringan.
    makanya jumlah kejadian tidak sama dengan yang MD ditambah yang LB ditambah yang LK . . . .

    begitu aja kok repot to mas mas …..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s