Kenapa nggak mau ngomong dengan bapak, nduk ?

Sejak minggu lalu, saya jarang banget berkesempatan ngobrol dengan Tika di telpon. Saat saya telpon dan yang mengangkat Tika, dia hanya bicara pendek “Oh bapak. Bentar ya Pak…” dan telponnya dikasih ke ibunya. Awalnya sekali dua kali saya fikir tidak ada apa apa. Tapi lambat laun saya jadi curiga. Koq dia nggak mau diajak ngobrol. Kalau saya minta Ine tanya ke Tika, mau nggak ngobrol sama bapak, selalu saja ada alasan yang dikemukakan. Yang liat tv lah, mau minum, pura-pura tidur, sedang main, dan berbagai alasan yang intinya satu: Tika males ngomong sama bapak.

Kata teman saya, barangkali saja itu terjadi karena saya jarang di rumah. Saya minta tolong Ine untuk mengorek keterangan dari Tika, kenapa dia nggak mau telpon sama bapaknya. Ine kemudian cerita kalau Tika sering kelihatan mengharap-harap bapaknya pulang. Kalau ada taxi lewat, Tika ngomong “Itu bapak yaa ?”, padahal bukan. Kalau ada sepeda motor berhenti di depan rumah, Tika ngomong “wah, bapak datang ya ?”, ternyata bukan. Barangkali karena jengkel, akhirnya Tika jadi nggak mau ngomong sama saya. Mungkin itu salah satu bentuk protes Tika terhadap bapak yang nggak pernah berlama-lama di rumah.

Wah, sedih rasanya. Apalagi kalau ingat dulu Tika sering menangis-nangis kalau saya melambaikan tangan di stasiun solobalapan untuk berangkat ke Jakarta, atau betapa sulitnya menenangkan dia saat taxi yang menjemput saya berangkat dari rumah. Saya jadi ingat juga, kalau Tika tidak mau pisah dari saya, saat saya di rumah Solo. Keluar ke warung, menengok eyang, Tika nggak mau ketinggalan.

Kata teman saya, kalau semua perempuan udah mulai kelihatan cantik-cantik, itu artinya harus cepat pulang ke rumah. Saya tambahkan satu catatan lagi: kalau Tika udah mulai nggak mau ngomong dengan bapaknya di telpon, itu pun artinya harus cepat pulang ke rumah.

pulaaaaaaang !

Tentang Anto Satriyo Nugroho

My name is Anto Satriyo Nugroho. I am working as research scientist at Center for Information & Communication Technology, Agency for the Assessment & Application of Technology (PTIK-BPPT : Pusat Teknologi Informasi & Komunikasi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi). I obtained my doctoral degree (Dr.Eng) from Nagoya Institute of Technology, Japan in 2003. My office is located in Serpong, Tangerang Selatan City.Since 2015, I was appointed as Program Director of R&D activities in Intelligent Computing Laboratory (former name: Digital Signal Processing Laboratory). The activities in the laboratory are organized into three groups : (i) Natural Language Processing (ii) Multimodal biometrics Identification (iii) ICT solution for Tropical Disease. I also enjoy to teach the students, as a part time lecturer in Swiss German University Serpong & UNS Sebelas Maret Surakarta. Should you want to know further information on my academic works, please visit my professional site at http://asnugroho.net
Pos ini dipublikasikan di keluarga. Tandai permalink.

2 Balasan ke Kenapa nggak mau ngomong dengan bapak, nduk ?

  1. Ramadhan Papua berkata:

    wah kasihan sekali..memangnya keluarga tidak tinggal di jakarta pak??

  2. Nggak Ramadhan. Anak istri saya tinggal di Solo. Tapi alhamdulillah di Jakarta saya punya banyak “anak”, termasuk Ramadhan…he he he

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s