Representasi informasi pada sidik jari

Tulisan ini berasal dari wawancara yang dimuat di media massa, antara lain

  1. KTP elektronik ditinjau dari aspek teknologi, berita di website BPPT.
  2. KTP elektronik ditinjau dari aspek teknologi, berita di website RRI.
  3. KTP el bisa jadi alat otentikasi penduduk, Kolom “Iptek, Lingkungan & Kesehatan”, Harian Kompas, 29 November 2017 ( kliping )

dan ditambahkan dengan beberapa penjelasan.

Biometrik sidik jari telah populer dimanfaatkan sebagai alat otentikasi, dan implementasinya sangat luas pada sisi komersial, forensik dan pemerintahan. Dalam tulisan ini dibahas berbagai teknik representasi informasi, khususnya representasi minutiae sidik jari, karena informasi ini paling umum dipakai dalam aplikasi biometrik.

Informasi pada sidik jari dapat dibagi dalam 3 level, sebagaimana dirangkum pada Tabel 1 [1][2]. Tiap level menunjukkan seberapa detail informasi yang dapat diperoleh dari sidik jari. Umumnya sistem biometrik, termasuk di dalamnya program KTP elektronik, memakai resolusi 500 ppi dalam memindai sidik jari. Sehingga informasi level 1 dan level 2 dapat diperoleh dari data sidik jari penduduk.

Tabel 1   Tiga level informasi pada sidik jari

Screen Shot 2017-11-28 at 12.54.27.png

Selanjutnya citra hasil pemindaian tersebut diteruskan ke bagian ekstraksi ciri, yang bertugas menemukan karakteristik unik individu, yang dapat dipakai untuk memberikan identitas, yaitu membedakannya dengan orang lain.  Berbagai metode ekstraksi ciri dapat dipakai sesuai dengan teknik pemadanan yang akan dipilih. Pembagian metode yang ekstraksi ciri dan pemadanan dapat dilihat pada Gambar 1.

Screen Shot 2017-11-28 at 13.21.22

Gambar  1  Kategorisasi teknik ekstraksi fitur & pemadanan sidik jari

Dalam implementasi teknologi biometrik pada program KTP elektronik, mengacu pada informasi berbasis minutiae. Namun demikian, ada dua jenis template yang dipakai. Yang pertama adalah proprietary template, yang kedua adalah ISO template yang mengacu pada ISO/IEC 19794-2 [3].

Sebelum membahas kedua jenis template tersebut, perlu difahami terlebih dahulu perbedaan antara identifikasi dan verifikasi.  Yang pertama adalah proses identifikasi lewat pemadanan biometrik 1:N, untuk menjawab pertanyaan : “Apakah penduduk yang memiliki data biometrik ini pernah melakukan perekaman sebelumnya, ataukah tunggal ?” Proses ini terjadi saat penunggalan NIK. Data biometrik penduduk (10 jari  + 2 iris + wajah)  direkam dan dikirimkan ke Data Center untuk dilakukan pencocokan dengan seluruh data penduduk Indonesia yang telah melakukan perekaman dan dinyatakan tunggal. Apabila data biometrik penduduk yang melakukan perekaman tadi setelah dicocokkan, ternyata tidak ada satupun yang sama, maka data penduduk tersebut dinyatakan tunggal, dan ditambahkan ke database biometrik penduduk Indonesia yang telah tunggal.

Adapun proses yang kedua disebut verifikasi, yang dilakukan dengan pemadanan biometrik 1:1. Pada saat penduduk dinyatakan tunggal, baginya akan diterbitkan KTP elektronik. Saat mengambil KTP-el, penduduk tersebut seharusnya melakukan “aktivasi”, yaitu pemadanan 1:1 antara jarinya dengan data biometrik sidik jari yang direkam dalam cip KTP-el. Hal ini untuk memastikan bahwa KTP-el diambil oleh penduduk yang bersangkutan, tidak diwakilkan kepada orang lain. Selain itu proses pemadanan 1:1 ini terjadi juga saat Perangkat Pembaca KTP-el dipakai dalam layanan publik. Sidik jari penduduk akan dicocokkan oleh Perangkat Pembaca KTP-el  dengan data sidik jari yang tersimpan di dalam cip KTP elektronik.  Ilustrasi untuk proses identifikasi dan verifikasi pada penjelasan diatas dapat dilihat pada gambar berikut:

Screen Shot 2017-11-28 at 14.00.10

Gambar 2   Proses penerbitan dan pemanfaatan KTP-elektronik dimulai dari perekaman, penunggalan, dan pemanfaatan memakai Perangkat Pembaca KTP-el

Ada perbedaan data biometrik yang dipakai dalam proses identifikasi dan verifikasi yang dirangkumkan dalam tabel berikut

Tabel 2   Rangkuman perbedaan data biometrik pada proses identifikasi vs verifikasi

Screen Shot 2017-11-28 at 14.23.09

Saat penunggalan dilakukan di Data Center, data biometrik yang telah direkam akan dilakukan ekstraksi karakteristik individu memakai teknologi prinsipal, dan direpresentasikan dengan proprietary template. Apabila dalam proses penunggalan tersebut diputuskan bahwa data itu tunggal, berarti penduduk tersebut belum pernah melakukan perekaman sebelumnya, dan kepadanya diterbitkan KTP elektronik.

Dalam chip KTP elektronik, informasi sidik jari kiri dan kanan disimpan dengan mengacu ISO/IEC 19794-2 (ISO template). Perbedaan representasi antara proprietary template  dengan ISO template tersebut karena tujuannya berbeda. Proprietary template ditujukan untuk memaksimalkan kinerja tahap penunggalan,  sedangkan ISO template ditujukan untuk kepentingan interoperabilitas. Dalam pengujian berskala besar yang dilakukan oleh National Institute of Standars and Technology, MINEX (Minutiae Interoperability Exchange Test) ,  template proprietary memperlihatkan kinerja lebih baik dibandingkan dengan template standar [4][5]. Namun demikian, saat disimpan ke dalam cip, ada kebutuhan agar data sidik jari tersebut bisa dibaca prinsipal biometrik yang lain sehingga tidak terjadi vendor lock in [6].

Oleh karena itu dalam penyimpanan di cip, standar ISO/IEC 19794-2 dijadikan acuan, sehingga semua pihak lain dapat membacanya.  Perlu untuk dipahami, bahwa yang disimpan dalam cip KTP elektronik bukan citra sidik jari, melainkan informasi titik-titik minutiae pada sidik jari, antara lain koordinat x, y pada citra, orientasi dan tipe minutiae.

 

Referensi

  1. Handbook of Fingerprint Recognition, D. Maltoni, D. Mario, A.K.Jain, S. Prabhakar, Springer, 2009
  2. Introduction to Biometrics Textbook, Anil Kumar Jain, Arun A. Ross, and Karthik Nandakumar, Springer 2011
  3. Mengenal Penulisan Minutiae Sidik Jari Mengacu pada Standar ISO/IEC 19794-2  http://ptik.bppt.go.id/berita-ptik/45-mengenal-penulisan-minutiae-sidik-jari-mengacu-pada-standar-iso-iec-19794-2
  4. Proprietary finger templates superior, test claims, Biometric Technology Today, April 2006
  5. https://www.nist.gov/itl/iad/image-group/minutiae-interoperability-exchange-minex-iii
  6. KTP Elektronik Ditinjau dari Aspek Teknologi http://www.rri.co.id/post/berita/461757/teknologi/ktp_elektronik_ditinjau_dari_aspek_teknologi.html
  7. KTP Elektronik Ditinjau dari Aspek Teknologi
    https://www.bppt.go.id/teknologi-informasi-energi-dan-material/3028-ktp-elektronik-ktp-el-dtinjau-dari-aspek-teknologi
Iklan

Tentang Anto Satriyo Nugroho

My name is Anto Satriyo Nugroho. I am working as research scientist at Center for Information & Communication Technology, Agency for the Assessment & Application of Technology (PTIK-BPPT : Pusat Teknologi Informasi & Komunikasi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi). I obtained my doctoral degree (Dr.Eng) from Nagoya Institute of Technology, Japan in 2003. My office is located in Serpong, Tangerang Selatan City. My research is on pattern recognition and image processing with applied field of interests on biometrics identification & development of computer aided diagnosis for Malaria. Should you want to know further information on my academic works, please visit my professional site at http://asnugroho.net
Pos ini dipublikasikan di research. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s